Breaking

Menpora Erick Thohir Minta Atlet Indonesia Siap Hadapi Perubahan di Asian Games 2026

Menpora Erick Thohir Minta Atlet Indonesia Siap Hadapi Perubahan di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir Minta Atlet Indonesia Siap Hadapi Perubahan di Asian Games 2026

JAKARTA – Menpora RI, Erick Thohir, meminta atlet-atlet Indonesia yang akan berpartisipasi di Asian Games 2026 untuk bersiap menghadapi sejumlah perubahan yang akan terjadi.

Ajang olahraga terbesar di Asia ini dijadwalkan berlangsung dalam waktu sekitar 2,5 bulan dan akan menghadirkan tantangan yang tidak mudah bagi para atlet.

Piala Dunia 2026 Dimulai dengan Pertandingan Seru di Tiga Negara

Selain persaingan yang semakin ketat, Indonesia juga harus menghadapi perubahan dalam nomor pertandingan di beberapa cabang olahraga yang berpotensi mempengaruhi peluang medali.

Erick menegaskan bahwa Indonesia harus mampu menjaga dan bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih sebelumnya. Menurutnya, tantangan ini tidak hanya akan dihadapi di Asian Games, tetapi juga pada ajang internasional lainnya seperti SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.

Cristiano Ronaldo Cetak Gol di Enam Edisi Piala Dunia Berbeda

“Kami harus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Negara-negara lain terus bergerak maju,” kata Erick, dikutip dari laman resmi Kemenpora RI. Ia menambahkan bahwa Indonesia perlu memiliki sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan agar dapat bersaing secara konsisten di tingkat internasional.

Perubahan nomor pertandingan di Asian Games 2026 menjadi salah satu faktor penting yang harus diantisipasi oleh para atlet dan pengurus cabang olahraga. Beberapa nomor yang sebelumnya menjadi peluang medali bagi Indonesia tidak lagi dipertandingkan, sehingga memerlukan penyesuaian strategi dan persiapan yang matang.

Erick menyatakan bahwa pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan dan memerlukan waktu yang cukup panjang untuk mencapai hasil yang diinginkan.

“Kami tidak mungkin mempersiapkan juara Olimpiade secara instan. Jika kami menargetkan Olimpiade 2032, maka atlet-atlet potensial harus mulai dibina dari sekarang,” ujar Erick. Ia menekankan pentingnya dukungan dari Presiden terhadap program pelatnas jangka panjang untuk masa depan olahraga Indonesia.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat sistem pemusatan latihan nasional yang direncanakan dengan pendanaan multitahun.

Erick juga menyebutkan bahwa konsep pelatnas jangka panjang telah mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang, Bogor. Pemerintah mendorong adanya sistem yang lebih terencana dalam pembinaan atlet, dengan harapan dapat menciptakan atlet-atlet yang siap bersaing di level dunia.

“Atlet juara dunia dan Olimpiade tidak lahir dari persiapan satu atau dua tahun, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan selama bertahun-tahun,” tandas Erick.

Sejumlah federasi olahraga nasional juga menyambut positif gagasan ini, yang memberikan kepastian dalam pembinaan atlet menjelang Asian Games 2026. Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, Indonesia dituntut untuk lebih adaptif terhadap perubahan yang ada.

Pemerintah berharap bahwa sistem pembinaan yang diperkuat dapat membantu atlet Merah-Putih bersaing dan meraih hasil terbaik di panggung Asia.

Author Image

Author

Tanto Websik

Catatan pinggir lapangan. Mengubah ketegangan 90 menit jadi bahan bacaan 2 menit. Kick-off!

Tinggalkan komentar