Breaking

Franco Morbidelli Siap Tinggalkan MotoGP Setelah Hasil Buruk di Ceko

Franco Morbidelli Siap Tinggalkan MotoGP Setelah Hasil Buruk di Ceko
Franco Morbidelli Siap Tinggalkan MotoGP Setelah Hasil Buruk di Ceko

Franco Morbidelli, pembalap VR46 Ducati, mengungkapkan kesiapannya untuk meninggalkan MotoGP setelah hanya mampu finis di posisi ke-13 pada balapan di Ceko, yang berlangsung akhir pekan lalu. Dalam balapan tersebut, Morbidelli hanya berhasil mengumpulkan 3 poin, sebuah hasil yang mencerminkan penurunan drastis dalam performanya musim ini.

Ia mengendarai Desmosedici GP25, motor yang sebelumnya digunakan oleh Marc Marquez untuk meraih gelar dunianya yang ke-7 di MotoGP, namun Morbidelli mengakui bahwa ia mengalami kesulitan yang signifikan dengan motor tersebut.

Marc Marquez Perpanjang Kontrak dengan Ducati Hingga 2028

Morbidelli menjelaskan, "Saya melakukan start yang lebih baik dibandingkan saat sprint race kemarin. Namun, hasilnya tetap sama, posisi ke-13.

Saya tidak punya performa yang kuat dan grip yang baik." Ia menambahkan bahwa sejak awal musim, ia telah berjuang dengan masalah grip, dan situasi ini tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. "Saya tidak tahu, mungkin saya sudah lupa cara mengendarai motor MotoGP," ungkapnya dengan nada kecewa.

Laurin Ulrich, Gelandang Jerman Berdarah Surabaya, Calon Naturalisasi Timnas Indonesia

Rider berusia 31 tahun itu juga menyatakan frustrasinya terhadap situasi yang dihadapinya. "Saya di sini bukan sekadar untuk menghangatkan kursi dan menerima gaji. Saya ingin tampil maksimal, untuk menang, dan untuk melakukan yang terbaik yang saya bisa. Namun saat ini, itu belum terjadi," tegasnya.

Meskipun hasilnya jauh dari memuaskan, Morbidelli menegaskan bahwa ia tidak kehilangan kepercayaan diri, meskipun ia merasa kehilangan grip pada ban belakang.

Dalam kesempatan yang sama, Morbidelli juga menanggapi kasus Marco Bezzecchi yang dikenakan skorsing akibat menampar marshal. Ia berpendapat bahwa tindakan tersebut memang salah, tetapi juga mengingatkan bahwa hukuman harus konsisten. "Saya mengerti alasan di balik hukuman itu," katanya.

Morbidelli mengaitkan situasi ini dengan pengalamannya sendiri, merujuk pada insiden yang melibatkan Aleix Espargaro yang memukulnya di GP Qatar pada 2023, di mana Espargaro dikenakan denda dan penalti.

Morbidelli menutup pernyataannya dengan optimisme, meskipun timnya saat ini berada dalam situasi sulit. "Tim kami dipenuhi orang-orang yang tidak pernah menyerah. Suasana kerja di dalam tim sangat luar biasa. Kami siap memberikan segalanya di setiap momen, dan mudah-mudahan kami bisa keluar dari situasi ini," tutupnya.

Dengan pernyataan ini, Morbidelli menunjukkan komitmennya untuk terus berjuang meskipun hasil yang diraih belum sesuai harapan.

Author Image

Author

Rony Puwarto

Hobi: Nonton bola. Bakat: Ngarang bebas tentang perasaan pemainnya. Jam kerja: Jam 2 pagi waktu UCL.

Tinggalkan komentar