Breaking

Media Brasil Berikan Kritik Pedas Usai Selecao Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Media Brasil Berikan Kritik Pedas Usai Selecao Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kekalahan Brasil dari Norwegia memicu reaksi keras media Brasil, menyoroti penampilan Neymar dan keputusan pelatih Ancelotti.

Kekalahan Brasil dari Norwegia dengan skor 1-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari media Brasil.

Hasil ini menandai akhir perjalanan Selecao di turnamen tersebut dan mencatatkan periode terpanjang tanpa gelar Piala Dunia sejak mereka pertama kali menjadi juara pada tahun 2002.

Neymar Isyaratkan Pensiun Usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026

Laga tersebut juga berpotensi menjadi penampilan terakhir Neymar bersama Timnas Brasil. Penyerang berusia 34 tahun itu terlihat emosional dan menangis setelah peluit akhir berbunyi, menandai momen yang menyentuh bagi para penggemar.

Di sisi lain, Norwegia mencetak sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya, berkat dua gol dari Erling Haaland. Penampilan gemilang Haaland menjadi sorotan utama dalam laporan media Brasil.

Haaland Samai Messi dan Mbappe di Piala Dunia 2026

Globoesporte menyoroti dominasi Haaland dalam pertandingan tersebut dengan judul seperti, "Haaland mendominasi, Brasil jatuh ke Norwegia dan menderita kekeringan terpanjang di Piala Dunia." Media ini juga mengulas penampilan tim secara keseluruhan, menyoroti kurangnya ketepatan yang mengakibatkan eliminasi Brasil.

ESPN Brasil juga memberikan perhatian pada ketajaman Haaland, menulis, "Brasil dihancurkan oleh Haaland yang 'tak terelakkan' dan mengucapkan selamat tinggal pada Piala Dunia dengan kekalahan keenam berturut-turut melawan tim-tim Eropa." Media ini turut membahas penampilan terakhir Neymar di Piala Dunia,

Cristiano Ronaldo Umumkan Piala Dunia 2026 Sebagai Penampilan Terakhir

menyebutnya sebagai "tarian terakhir" yang pahit.

Kolumnis ESPN Brasil, Paulo Cobos, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sepak bola Brasil, menyebut kekalahan dari Norwegia sebagai babak menyedihkan dalam sejarah sepak bola negara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026 seharusnya tidak mengejutkan siapa pun.

Cobos juga mengkritik keputusan untuk memanggil Neymar, yang dianggapnya "aneh," serta menggambarkan penampilan Carlo Ancelotti sebagai "bencana." Media UOL juga memberikan sorotan serupa terhadap keputusan Ancelotti selama pertandingan.

Jurnalis Arnaldo Ribeiro menilai pelatih asal Italia itu gagal mengambil keputusan penting dalam laga tersebut. Ia mengkritik pergantian pemain di babak kedua, menyatakan, "Ancelotti sangat buruk dalam pertandingan yang menentukan." Ribeiro menambahkan bahwa keputusan mengganti pemain sayap dengan Endrick dan Neymar justru merusak tim.

Jurnalis lain, Pedro Lopes dan Thiago Arantes, juga memberikan penilaian serupa, menyebut penampilan Brasil di Piala Dunia kali ini sebagai yang terburuk sejak 1990 dan merupakan penampilan terburuk dalam karier Ancelotti di tim papan atas.

Mauro Cezar Pereira mempertanyakan strategi permainan Ancelotti, khususnya keputusan untuk memasukkan Neymar pada babak kedua. Sementara itu, Milly Lacombe memberikan kritik tajam melalui kolom opininya, menyebut Brasil sebagai "kecil, pengecut, didominasi, konyol, dan memalukan," serta menyebut pemanggilan Neymar sebagai skandal.

Disclaimer
Sumber bola.kompas.com telah disesuaikan untuk kebutuhan penyajian berita di HeiBola.
Author Image

Author

Tanto Websik

Catatan pinggir lapangan. Mengubah ketegangan 90 menit jadi bahan bacaan 2 menit. Kick-off!

Tinggalkan komentar