KOMPAS.com – Menjelang musim 2026-2027, jumlah pemain Timnas Indonesia di Liga Thailand mengalami penurunan. Dari sebelumnya empat pemain, kini hanya tersisa dua nama yang berkompetisi di Thai League.
Pada musim 2025-2026, terdapat empat pemain Indonesia yang aktif di liga kasta tertinggi Thailand, meliputi Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama.
Namun, kehadiran Shayne dan Arhan telah berakhir, seiring keputusan mereka untuk tidak lagi melanjutkan karier di klub masing-masing.
Shayne Pattynama menjadi pemain pertama yang meninggalkan Thailand. Bek kiri ini awalnya bergabung dengan Buriram United pada awal musim 2025-2026.
Namun, setelah enam bulan bermain, Shayne memutuskan untuk tidak melanjutkan kariernya di klub tersebut karena minimnya kesempatan bermain.
Keputusan Shayne diikuti oleh Pratama Arhan, yang juga memilih untuk hengkang dari klubnya. Arhan, sebelumnya bermain untuk klub Thailand, kini juga mengikuti jejak Shayne dalam mencari tantangan baru di luar liga tersebut.
Sebelumnya, di Thai League, para pemain ini menjadi bagian penting bagi tim masing-masing dan diharapkan bisa menunjukkan permainan yang menarik.
Namun, dengan berkurangnya jumlah pemain asal Indonesia, fokus kini beralih kepada dua nama yang tersisa, yakni Asnawi Mangkualam dan Sandy Walsh.
Asnawi Mangkualam diketahui bermain untuk klub yang berkompetisi di liga Thailand, dan kontribusinya diharapkan dapat memenuhi ekspektasi penonton yang mengagumi penampilannya di lapangan.
Sandy Walsh juga menjadi pemain yang diperhitungkan dalam skuad, meski masa depannya di klub tetap bergantung pada performa saat bertanding.
Dengan berkurangnya jumlah pemain asal Indonesia di Liga Thailand, banyak pengamat olahraga menyoroti dampak dari keputusan hengkangnya pemain-pemain tersebut.
Hal ini diapresiasi sebagai langkah yang perlu untuk pengembangan karier pemain di liga yang lebih kompetitif atau menuju target yang baru.
Di sisi lain, kepergian Shayne dan Arhan memberikan ruang bagi pemain lain untuk menunjukkan bakat mereka.
Peluang bagi para pemain muda menjadi salah satu harapan, di mana mereka bisa menunjukkan kemampuan dan potensi mereka di liga yang semakin berkembang.
Klausul kontrak dan kepastian klub juga menjadi pertimbangan penting bagi kelanjutan karier pemain di liga luar. Penegasan dari masing-masing pihak akan menjadi kunci dalam menentukan langkah selanjutnya ke depan.
Dengan berlanjutnya liga yang ketat, perhatian terhadap perkembangan pemain Indonesia di kancah luar negeri tetap menjadi fokus besar.
Kehadiran lebih banyak pemain muda di Liga Thailand diharapkan dapat memberi warna baru bagi dunia sepak bola Tanah Air.













