Enea Bastianini, mantan pembalap tim pabrikan Ducati, memberikan pandangannya mengenai strategi baru yang diterapkan oleh Ducati, yang tidak melibatkan pembalap Italia di tim pabrikan untuk musim 2024.
Ducati baru saja mengumumkan perpanjangan kontrak Marc Marquez dan penandatanganan kontrak baru dengan Pedro Acosta, yang akan bergabung selama dua tahun ke depan, hingga akhir 2028. Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan, terutama mengingat sejarah panjang Ducati yang selalu melibatkan pembalap Italia.
Bastianini berpendapat bahwa Pedro Acosta, yang baru dua kali menjadi juara dunia, akan mampu beradaptasi dengan cepat dan tampil kompetitif di tim. Dia menekankan pentingnya adaptasi terhadap ban Pirelli, yang akan menjadi tantangan baru bagi semua pembalap. "Tahun depan semuanya akan sedikit berubah.
Kita semua harus secepat mungkin beradaptasi dengan ban Pirelli, agar kompetitif sejak awal," ujarnya. Dengan banyak pembalap yang berganti motor dan tim, Bastianini melihat ini sebagai peluang bagi semua pembalap untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Persaingan di dalam garasi Ducati antara Marquez dan Acosta diprediksi akan sangat menarik. Marquez, yang merupakan juara dunia sembilan kali dan telah memenangkan 101 balapan di semua kelas, akan bersaing dengan Acosta yang berusia 22 tahun dan baru memasuki tahun ketiga di MotoGP.
Bastianini mencatat bahwa gaya balap keduanya terbilang agresif, dan dia percaya bahwa karakter Acosta mirip dengan Marquez. "Marc adalah tipe pembalap yang tidak pernah menyerah. Menurut saya Pedro punya karakter yang sangat mirip dengannya," tambahnya.
Salah satu hal yang paling mencolok adalah kenyataan bahwa untuk pertama kalinya sejak 2010, Ducati tidak memiliki pembalap Italia di tim pabrikan. Bastianini menganggap keputusan ini mencurigakan dan mungkin menunjukkan adanya masalah internal di Ducati. "Saya membayangkan ada strategi tersembunyi di baliknya.
Saya tidak tahu persis, mengapa mereka membuat keputusan itu. Tapi saya sudah menduga bahwa akan ada perubahan," ungkapnya. Dia juga melontarkan kritik halus terhadap manajemen Ducati, dengan menyatakan bahwa banyak hal telah berubah dan keputusan yang diambil mungkin tidak biasa.














