Breaking

Moto3 Resmi Tinggalkan Mesin 250 cc, Yamaha Jadi Pemasok Tunggal 690 cc

Moto3 Resmi Tinggalkan Mesin 250 cc, Yamaha Jadi Pemasok Tunggal 690 cc
Moto3 Resmi Tinggalkan Mesin 250 cc, Yamaha Jadi Pemasok Tunggal 690 cc

Dorna Sports telah mengumumkan perubahan signifikan untuk kelas Moto3 yang akan mulai berlaku pada musim 2028. Dalam pengumuman yang disampaikan di sela-sela MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Yamaha ditunjuk sebagai pemasok tunggal mesin 690 cc.

Kesepakatan ini akan berlangsung selama enam musim, dari tahun 2028 hingga 2033, dan menandai akhir dari penggunaan mesin 250 cc yang telah menjadi identitas Moto3 sejak 2012.

Bosnia Kalahkan Qatar 3-1 di Piala Dunia 2026

Perubahan ini mengikuti jejak Moto2, yang sebelumnya telah menggunakan mesin tunggal dari Triumph. Yamaha akan memperkenalkan motor baru yang dibangun berdasarkan mesin CP2 (Crossplane 2-cylinder) berkapasitas 690 cc.

Mesin ini, yang sudah digunakan pada beberapa model produksi massal Yamaha seperti R7 dan MT-07, akan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan balap.

Laurin Ulrich, Gelandang Jerman Berdarah Surabaya, Calon Naturalisasi Timnas Indonesia

Diperkirakan, motor baru ini akan memiliki bobot sekitar 120 kilogram dan mampu menghasilkan tenaga hingga 90 hp, jauh lebih besar dibandingkan dengan karakteristik mesin saat ini.

Direktur olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan, menciptakan persaingan yang lebih setara, serta mempermudah proses pembinaan pembalap menuju kelas utama.

Selain faktor teknis, Dorna juga mempertimbangkan masalah biaya yang semakin meningkat dalam kompetisi Moto3 saat ini, yang didominasi oleh persaingan antara produsen seperti KTM dan Honda.

Dengan adanya mesin tunggal, Dorna berharap dapat memangkas biaya operasional tim hingga sekitar 50 persen dibandingkan dengan pengeluaran saat ini.

Meskipun ada kekhawatiran bahwa semua tim akan menggunakan mesin yang sama, Yamaha menegaskan bahwa hal ini tidak akan mengurangi daya saing. Direktur Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menjelaskan bahwa tim masih dapat bersaing dengan sasis masing-masing, mirip dengan yang terjadi di Moto2 saat ini.

Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan mesin balap baru, tetapi juga untuk membangun platform jangka panjang yang mendukung pembalap, tim, dan kejuaraan.

Pengembangan motor baru ini akan melibatkan seluruh sumber daya Yamaha di tingkat global, termasuk kantor pusat di Jepang dan Yamaha Motor Europe.

Selain digunakan di Moto3, konsep motor baru ini juga akan diterapkan di berbagai kejuaraan regional dan FIM Moto3 Junior World Championship mulai 2029, dengan versi yang sedikit lebih rendah performanya untuk membantu pembalap muda beradaptasi.

Tes privat pertama dengan motor prototipe dijadwalkan berlangsung pada September atau Oktober tahun ini, sementara versi final motor akan dipamerkan kepada publik pada tahun 2027.

Dengan perubahan besar ini, Moto3 tampaknya akan memasuki babak baru yang tidak hanya soal mesin, tetapi juga filosofi dalam mendidik pembalap muda dan menjaga keberlangsungan kejuaraan di masa depan.

Author Image

Author

Rony Puwarto

Hobi: Nonton bola. Bakat: Ngarang bebas tentang perasaan pemainnya. Jam kerja: Jam 2 pagi waktu UCL.

Tinggalkan komentar