Breaking

Kontroversi Folarin Balogun di Piala Dunia 2026

Kontroversi Folarin Balogun di Piala Dunia 2026
Folarin Balogun kembali menjadi sorotan setelah FIFA menangguhkan hukuman kartu merahnya, memicu protes dari Belgia dan kritik internasional.

Folarin Balogun, penyerang Timnas Amerika Serikat, tengah menjadi sorotan utama di Piala Dunia 2026 akibat kontroversi seputar hukuman kartu merah yang diterimanya. Setelah awalnya dipastikan absen, FIFA mengejutkan publik dengan keputusan untuk menangguhkan hukuman tersebut, memungkinkan Balogun untuk kembali bermain.

Kontroversi ini muncul setelah pertandingan babak 32 besar, di mana Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0. Dalam laga tersebut, Balogun menerima kartu merah langsung pada menit ke-64 setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic.

Cristiano Ronaldo Enggan Pensiun Usai Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Keputusan wasit, yang diambil setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.

Banyak yang berpendapat bahwa tayangan ulang menunjukkan bahwa pelanggaran Balogun tidak sekeras yang diperkirakan, bahkan seharusnya hanya berbuah kartu kuning atau tidak dianggap pelanggaran sama sekali.

Vinicius Junior Dapat Kritikan Usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026

Sesuai regulasi FIFA, kartu merah langsung mengharuskan Balogun untuk menjalani larangan bermain satu pertandingan, yang berarti ia dipastikan absen saat menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Namun, situasi berubah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan ulang terhadap hukuman Balogun. Trump berpendapat bahwa larangan terhadap pemain terbaik Amerika Serikat akan menjadi ketidakadilan dan mencoreng penyelenggaraan Piala Dunia.

Spanyol Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

"Saya meminta agar kasusnya ditinjau ulang. Kalau pemain terbaik tidak diizinkan bermain, itu akan menjadi noda besar bagi Piala Dunia," ujar Trump.

Meski Gedung Putih membantah adanya intervensi langsung dalam proses hukum FIFA, keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman Balogun diumumkan pada hari Minggu. Meskipun hukuman satu pertandingan tidak dibatalkan, penangguhan ini berarti Balogun dapat bermain di pertandingan melawan Belgia.

Namun, jika ia melakukan pelanggaran serupa dalam satu tahun ke depan, hukuman tersebut akan diberlakukan.

Infantino menegaskan bahwa keputusan ini diambil oleh badan peradilan independen FIFA. Ia mengakui telah berbicara dengan Trump, tetapi hanya menjelaskan bahwa proses hukum sedang berjalan.

"Dalam percakapan kami, saya menjelaskan bahwa ada proses hukum yang sedang berlangsung dan keputusan akan diambil oleh lembaga yang berwenang," kata Infantino.

Keputusan FIFA ini memicu reaksi dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA), yang mengajukan keberatan agar status Balogun sebagai pemain yang layak tampil dibatalkan. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Komite Banding FIFA, yang menyatakan bahwa RBFA tidak memiliki kedudukan hukum dalam proses disiplin Balogun.

RBFA mengungkapkan kekecewaannya dan menyatakan kemungkinan untuk membawa perkara ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Beberapa jam setelah banding Belgia ditolak, pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, langsung memasukkan Balogun ke dalam susunan pemain utama untuk menghadapi Belgia.

Kasus Balogun kini menjadi polemik internasional, dengan banyak pihak, termasuk UEFA, pelatih Inggris Thomas Tuchel, dan mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, mempertanyakan keputusan FIFA. Mereka menuntut penjelasan yang jelas mengenai dasar hukum penangguhan hukuman Balogun agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan khusus terhadap Amerika Serikat.

Kontroversi ini juga memicu negara lain, seperti Inggris, untuk mempertimbangkan langkah serupa terkait kartu merah yang diterima oleh bek Jarell Quansah. Dengan Balogun kembali bermain melawan Belgia, perdebatan mengenai independensi FIFA dan konsistensi penerapan aturan diperkirakan akan terus berlanjut selama Piala Dunia 2026.

Disclaimer
Sumber bola.kompas.com telah disesuaikan untuk kebutuhan penyajian berita di HeiBola.
Author Image

Author

Tanto Websik

Catatan pinggir lapangan. Mengubah ketegangan 90 menit jadi bahan bacaan 2 menit. Kick-off!

Tinggalkan komentar