Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, mengingatkan skuadnya untuk tidak meremehkan Paraguay menjelang pertandingan di Piala Dunia.
Paraguay telah menunjukkan kualitasnya dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti di babak 32 besar, setelah sebelumnya lolos dari fase grup sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat, Deschamps menanggapi anggapan bahwa keberhasilan Paraguay hanya didorong oleh permainan keras. Ia menekankan bahwa tim asal Amerika Selatan tersebut memiliki organisasi permainan yang baik dan sejumlah pemain berkualitas. "Paraguay tidak muncul begitu saja.
Seperti semua tim Amerika Selatan, mereka memiliki semangat juang yang besar. Namun, pertandingan tidak dimenangkan hanya karena agresivitas," ungkap Deschamps.
Deschamps juga menyoroti kualitas individu para pemain Paraguay, seperti Julio Enciso dan Miguel Almiron. Ia menambahkan, "Mereka saling mengenal dengan baik dan melakukan banyak hal dengan benar. Itu bukan satu-satunya kekuatan mereka."
Lebih lanjut, Deschamps menegaskan bahwa keberhasilan Prancis tidak hanya bergantung pada ketajaman Kylian Mbappe, yang telah mencetak enam gol di turnamen ini. Ia menilai keseimbangan permainan timnya dibangun dari kerja sama antarlini, terutama peran penting para gelandang seperti Aurélien Tchouameni, Adrien Rabiot, dan Manu Koné.
"Kami sering membicarakan lini depan karena kami mencetak banyak gol. Namun, di antara lini belakang dan lini depan ada lini tengah. Anda tidak bisa memisahkan setiap lini. Ini seperti sebuah puzzle yang harus saling terhubung," jelasnya.






