Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengungkapkan kekecewaannya setelah jadwal pertandingan melawan Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026 mengalami perubahan mendadak.
Awalnya, pertandingan dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00 waktu setempat, namun FIFA memajukan kick-off menjadi pukul 12.00 siang untuk mengantisipasi cuaca buruk di Mexico City pada hari pertandingan.
Dalam wawancara dengan jurnalis Spanyol-Meksiko, Joaquin Lopez Doriga, di Radio Formula, Aguirre menyatakan bahwa perubahan ini sangat mengganggu persiapan tim. "Benar, rasanya seperti ditendang tepat di perut. Ini mengubah segalanya, seluruh rencana kami.
Bukan berarti semuanya benar-benar hancur, tetapi hampir seperti itu karena kami harus menyesuaikan enam jam jadwal yang sudah disusun," ujarnya.
Pelatih berusia 67 tahun itu menambahkan bahwa perubahan mendadak ini juga berdampak pada banyak anggota staf yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan tim. Ia menegaskan bahwa keputusan semacam ini seharusnya melibatkan komunikasi dengan pihak yang terdampak.
"Hari ini ada sekitar 60 orang yang bekerja agar 26 pemain kami bisa tampil dan memenangkan pertandingan pada Ahad. Ini bukan persoalan kecil. Perubahan ini sangat besar.
Saya bisa memahami alasan dan argumennya, tetapi mereka tidak berkonsultasi dengan saya dan ya, saya memang cukup marah," kata Aguirre.
Ketika ditanya apakah perubahan jadwal tersebut justru memberikan keuntungan bagi Meksiko sebagai tuan rumah di Stadion Azteca, Aguirre langsung membantahnya. Ia menegaskan bahwa timnya tidak mendapatkan keuntungan dari situasi ini. "Sama sekali tidak, tidak ada keuntungan apa pun.
Sejak pertandingan melawan Ekuador kami sudah mengetahui jadwal dan lokasi pertandingan, hanya lawannya yang belum kami ketahui. Pada akhirnya, perubahan ini justru sedikit merugikan kami. Namun, kami tidak punya pilihan selain mematuhi keputusan FIFA," tuturnya.






