Argentina berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Tanjung Verde dalam pertandingan yang penuh tantangan. Meskipun datang sebagai unggulan, Argentina dua kali kehilangan keunggulan sebelum akhirnya meraih kemenangan setelah babak tambahan.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa tidak ada pertandingan mudah di fase gugur. "Itu untuk mereka yang mengatakan kami mendapatkan jalur yang mudah. Memang kami pantas menang dan lolos, tetapi ini adalah pertandingan yang sangat sulit," ujarnya usai pertandingan.
Scaloni mengungkapkan bahwa para pemainnya mengakhiri laga dalam kondisi kelelahan setelah bermain hingga babak tambahan. Ia memuji semangat juang yang ditunjukkan oleh timnya. "Mereka menyelesaikan pertandingan dalam kondisi benar-benar kelelahan. Masih ada beberapa hal yang harus kami perbaiki, tetapi mereka telah menunjukkan daya juang.
Para pemain kelelahan karena harus bermain terlalu lama dan beberapa mengalami kram. Namun, ketika mereka bermain dengan hati, mereka mampu mengatasi apa pun," jelasnya.
Pelatih berusia 48 tahun itu juga mengakui sempat berharap pertandingan segera berakhir setelah Tanjung Verde menyamakan kedudukan lewat gol indah Sidny Lopes Cabral pada babak tambahan. Namun, ia tetap yakin timnya bisa melewati situasi sulit tersebut. "Saya hanya ingin pertandingan segera berakhir.
Anda melihat sendiri betapa indahnya gol yang mereka cetak. Saya selalu waspada. Saya sebenarnya lebih tenang daripada yang terlihat. Semua orang mengira pertandingan ini akan mudah, tetapi kami tahu kenyataannya tidak seperti itu," tuturnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai apakah status sebagai favorit menjadi beban bagi timnya, Scaloni menolak anggapan tersebut. Ia menekankan bahwa semangat juang La Albiceleste adalah kekuatan utama mereka. "Tidak. Hal terbaik dari tim ini adalah mereka terus melangkah, terus melangkah, dan terus melangkah.
Para pemain selalu menyerang dengan sepenuh hati. Saya pikir kami mampu menjawab tantangan itu," katanya.







