Arsenal telah mengajukan pendekatan untuk merekrut Kenan Yildiz dari Juventus, menurut laporan terbaru. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dan direktur olahraga Andrea Berta berusaha untuk mewujudkan transfer ini setelah sebelumnya ada ketertarikan terhadap pemain berusia 21 tahun tersebut.
Pada 3 Desember 2025, jurnalis Dean Jones melaporkan bahwa Arsenal menunjukkan minat untuk mendatangkan Yildiz. Saat itu, negosiasi perpanjangan kontrak antara Yildiz dan Juventus belum mencapai kesepakatan, yang membuat Arsenal optimis bisa membujuk bintang internasional Turki ini untuk bergabung.
Yildiz akhirnya menandatangani kontrak baru dengan Juventus pada Februari 2026 dan kini terikat kontrak dengan klub Italia tersebut hingga 2030. Meskipun demikian, rumor mengenai ketertarikan Arsenal untuk merekrutnya terus berlanjut.
Musim lalu, Yildiz tampil mengesankan sebagai winger kiri, mencetak 11 gol dan memberikan 10 assist dalam 47 pertandingan di semua kompetisi.
Di bulan Juni, terungkap bahwa Yildiz merupakan target impian Arteta. Media Turki melaporkan bahwa Arsenal telah melakukan kontak dengan Juventus setelah Turki tersingkir dari Piala Dunia 2026 untuk membahas kemungkinan transfer yang besar.
Menurut laporan tersebut, Arsenal telah melakukan "penyelidikan resmi" kepada Juventus untuk mengetahui parameter ekonomi dari transfer musim panas. Namun, Juventus dilaporkan tidak memiliki keinginan untuk menjual Yildiz dan akan meminta setidaknya €100 juta (sekitar Rp1,73 triliun) untuk pemain muda tersebut.
Arteta dan Berta memang sedang mencari winger kiri baru, dengan Leandro Trossard dan Gabriel Martinelli sebagai opsi yang ada saat ini. Ketertarikan Arsenal terhadap Yildiz sangat masuk akal, mengingat kemampuannya sebagai winger kiri dan juga sebagai striker kedua.
Yildiz dikenal luas di dunia sepak bola, dengan mantan pemain Manchester United dan timnas Italia, Giuseppe Rossi, menyebutnya sebagai fenomena. Rossi mengatakan, "Yildiz adalah fenomena dan akan menjadi pemenang Ballon d'Or di masa depan.
Dia baru berusia 20 tahun, tetapi bermain seperti pemain berpengalaman dengan ratusan penampilan di Liga Champions. Dia memiliki kemampuan untuk melakukan permainan indah demi kebaikan tim, bukan hanya untuk mendapatkan tepuk tangan."
Namun, menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Juventus tidak akan menjual Yildiz, meskipun klub Italia tersebut gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Romano menyatakan di X pada 9 Juni bahwa tidak ada peluang bagi Yildiz untuk meninggalkan Juventus musim panas ini, karena klub sudah menutup kemungkinan tersebut beberapa bulan lalu. Yildiz merupakan pemain kunci dan akan tetap bertahan meski tanpa Liga Champions.












