Tottenham Hotspur telah membatalkan transfer Joao Palhinha setelah menyelesaikan perekrutan Mateus Fernandes dari West Ham senilai £85 juta (sekitar Rp1,47 triliun) dan Sandro Tonali dari Newcastle yang diperkirakan mencapai £100 juta (sekitar Rp1,73 triliun),
termasuk tambahan.
Perekrutan Tonali menjadi kejutan bagi banyak pihak, di mana ia mengungkapkan Roberto De Zerbi sebagai salah satu alasan memilih Spurs meski klub tersebut mengalami dua musim berturut-turut di posisi 17 Premier League.
Dengan kedatangan Fernandes dan Tonali, Tottenham kini memiliki banyak pilihan di lini tengah. Selain kedua pemain baru, De Zerbi juga masih memiliki Rodrigo Bentancur, Archie Gray, Lucas Bergvall, Pape Sarr, dan Conor Gallagher.
Keputusan untuk tidak melanjutkan transfer Palhinha diambil mengingat Tottenham akan memiliki lebih sedikit pertandingan musim depan tanpa kompetisi Eropa.
Musim lalu, Palhinha tampil menonjol dengan mencetak gol penting yang membantu tim mempertahankan status di Premier League pada hari terakhir.
Palhinha sebelumnya dipinjam dari Bayern Munich dengan opsi pembelian senilai €30 juta (£26 juta). Jika opsi tersebut diaktifkan, kesepakatan pribadi sudah disepakati, dan Palhinha akan bergabung secara permanen dengan Spurs.
Namun, setelah pengeluaran Tottenham sebesar £185 juta untuk dua gelandang baru dan keputusan untuk tidak menjual pemain yang sudah ada seperti Gray dan Bergvall, klub memutuskan untuk tidak melanjutkan opsi tersebut.
Tom Barclay dari The Sun menjadi yang pertama melaporkan pembatalan ini, menyatakan bahwa banyak penggemar Tottenham mungkin sudah memperkirakan keputusan ini.
Ia menambahkan bahwa meski klub memasuki era baru, para pendukung akan menghargai kontribusi Palhinha saat tim membutuhkannya.
Fabrizio Romano juga mengonfirmasi bahwa Palhinha tidak akan bertahan di Spurs musim panas ini meskipun ia ingin melanjutkan di klub. Ia menekankan bahwa keputusan ini diambil setelah kedatangan Tonali dan Fernandes.











