Kualitas atlet putri dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars terus meningkat, menurut Timo Scheunemann. MLSC All-Stars 2026 berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, dari 23 hingga 28 Juni 2026. Timo bertindak sebagai kepala pelatih dan pemandu bakat untuk seleksi pemain terbaik.
Ia menyaksikan sendiri kemajuan signifikan yang terjadi dibandingkan tahun sebelumnya, di mana semakin banyak atlet muda yang berpartisipasi, mengingat saat ini sudah ada 12 kota yang terlibat dalam kompetisi ini.
Coach Timo mengungkapkan, "Saya melihat perkembangan MLSC All-Stars tahun ini sangat positif. Semakin banyak atlet muda mengingat sekarang sudah 12 kota," ujarnya kepada awak media pada 27 Juni 2026. Namun, meskipun ada kemajuan, Timo menyoroti pentingnya mental bertanding bagi atlet putri. Ia menjelaskan, "Permainan mereka di masing-masing kotanya lebih jago dari ini.
Kenapa di sini jadi kurang jago? Ya karena faktor mental." Menurutnya, pengalaman bermain di turnamen besar seperti ini sangat berpengaruh terhadap performa mereka.
Lebih lanjut, Coach Timo menekankan bahwa para atlet harus berjuang untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi. "Di sini mereka harus berjuang untuk bisa bersaing ke depannya. Jauh lebih sengit di sini dibanding nanti kalau sudah senior," imbuhnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para pemain dengan mengatakan, "Kalian jangan lihat ke atas, lihatlah ke bawah. Semua tergantung kepada diri kalian sendiri." Harapannya, para pemain dapat bersaing lebih baik di masa depan dengan pengalaman yang didapat dari turnamen ini.
Di sisi lain, Timo mengapresiasi peran sekolah asal atlet yang telah berkontribusi dalam mengajarkan dasar-dasar sepak bola. Ia menyatakan, "Mereka yang mengajarkan pemain dari nol secara sabar. Terus terang saya sendiri mungkin tidak bisa, bahkan seorang Jose Mourinho juga.
Jadi sangat respek kepada guru-guru sekolah." Timo menambahkan bahwa sepak bola sangat sinkron dengan pendidikan, terutama dalam aspek mental dan karakter, dan berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk pengembangan atlet putri di Indonesia.












