Breaking

Pelatih Iran Kritik Perlakuan AS di Piala Dunia

Pelatih Iran Kritik Perlakuan AS di Piala Dunia

Pelatih tim nasional Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik tajam terhadap perlakuan yang dianggap tidak adil oleh tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Ghalenoei setelah Iran bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Seattle Stadium pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Iran sempat mencetak gol melalui Shojae Khalilzadeh, namun gol tersebut dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) karena dinyatakan offside. Kekecewaan ini menambah beban tim yang telah menghadapi berbagai kendala selama turnamen.

Jadwal Siaran Langsung Portugal Vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026

Ghalenoei menjelaskan bahwa timnya harus memindahkan pusat latihan dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, akibat perang yang masih berlangsung di Timur Tengah. Hal ini mengakibatkan tim kehilangan banyak waktu untuk berlatih dan memulihkan kebugaran. “Tuan rumah tidak memperlakukan kami dengan baik.

Saya meminta FIFA agar tidak membiarkan negara tuan rumah memperlakukan tim dan pemain seperti ini di masa depan,” ujar Ghalenoei, dikutip dari Reuters.

Jadwal dan Link Live Streaming Tunisia Vs Belanda di Piala Dunia 2026

Selain masalah perjalanan, tim Iran juga menghadapi kendala administrasi dan logistik. Ghalenoei menambahkan bahwa sejumlah staf logistik Iran tidak memperoleh visa untuk mendampingi tim. Hal ini semakin memperburuk situasi, terutama ketika banyak jurnalis Mesir yang hadir untuk meliput pertandingan, sementara hampir tidak ada jurnalis Iran yang dapat melakukan hal yang sama.

Kebijakan untuk meninggalkan AS setelah pertandingan juga mengurangi kesempatan tim untuk beristirahat dan mempersiapkan diri dengan baik.

“Saya bangga kepada para pemain. Apa yang telah mereka lakukan layak dicatat dalam sejarah,” kata Ghalenoei. Di luar stadion, aksi damai oleh pendukung Reza Pahlavi, tokoh oposisi terhadap Republik Islam Iran, juga berlangsung bersamaan dengan pertandingan, yang bertepatan dengan PrideFest tahunan di Seattle.

Sejumlah bendera pelangi terlihat berkibar di antara penonton, meskipun FIFA tidak menggelar aktivasi resmi bertema Pride di area stadion.

Dalam laga tersebut, Mesir membuka keunggulan lebih dulu pada menit kelima sebelum Iran menyamakan kedudukan sembilan menit kemudian. Iran juga sempat membentur mistar gawang sebelum pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.

Usai pertandingan, para pemain Iran meninggalkan pesan tulisan tangan di ruang ganti, mengucapkan terima kasih kepada warga Seattle atas sambutan yang diberikan, serta menyampaikan apresiasi kepada rakyat Iran atas dukungan mereka. Pesan tersebut juga menyatakan bahwa sepak bola merupakan “ujian karakter.”

Anggap aja akun ini grup chat circle bola kamu. Tempat sambat kalau tim jagoan kalah, tempat full senyum kalau menang.

Tinggalkan komentar