Breaking

Pecco Bagnaia Gabung Aprilia, Tolak Tawaran Gaji Rp200 Miliar dari Yamaha

Pecco Bagnaia Gabung Aprilia, Tolak Tawaran Gaji Rp200 Miliar dari Yamaha
Pecco Bagnaia Gabung Aprilia, Tolak Tawaran Gaji Rp200 Miliar dari Yamaha

Pecco Bagnaia, juara dunia MotoGP, resmi mengumumkan kepindahannya ke Aprilia Racing mulai musim 2027. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia menolak tawaran gaji yang sangat menggiurkan sebesar Rp200 miliar (10 juta euro) per musim dari Yamaha.

Tawaran tersebut merupakan bagian dari proyek besar Yamaha untuk membangun kembali tim mereka menjelang era baru MotoGP yang dimulai pada 2027.

Portugal Menang 5-0 atas Uzbekistan di Piala Dunia 2026

Massimo Rivola, bos Aprilia Racing, mengungkapkan rasa bangganya terhadap keputusan Bagnaia. Dalam pernyataannya, Rivola menekankan bahwa pilihan ini menunjukkan bahwa sang juara dunia lebih mengutamakan tantangan dan kepercayaan terhadap proyek masa depan Aprilia dibandingkan sekadar mencari uang.

"Mental juara memang berbeda," ujarnya, menyoroti keberanian Bagnaia dalam memilih jalur yang lebih menantang.

Cape Verde Debut di Piala Dunia 2026 dengan Hasil Mengejutkan

Kepindahan Bagnaia ke Aprilia sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di paddock MotoGP dalam beberapa pekan terakhir. Yamaha, yang sedang membangun proyek besar menuju era baru dengan regulasi mesin 850 cc dan ban Pirelli sebagai pemasok tunggal, mengincar Bagnaia sebagai pemimpin proyek kebangkitan tim.

Namun, meskipun tawaran yang diajukan sangat besar, Bagnaia memilih untuk fokus pada pengembangan motor Aprilia.

Rivola menambahkan bahwa keputusan Bagnaia bukan hanya soal uang, tetapi juga tentang semangat untuk membuktikan diri. Ia percaya bahwa Bagnaia ingin menunjukkan kemampuannya setelah Ducati memilih arah berbeda untuk masa depan mereka.

"Pecco mungkin merasa perlu membuktikan bahwa dirinya masih mampu jadi yang terbaik," ungkap Rivola, menyoroti bahwa keputusan ini juga berkaitan dengan harga diri dan tantangan baru bagi Bagnaia.

Di Aprilia, Bagnaia akan berbagi garasi dengan Marco Bezzecchi, yang juga merupakan pembalap Italia. Kehadiran keduanya diharapkan dapat membawa tim ke level yang lebih tinggi. Rivola optimis bahwa kehadiran Bagnaia akan membuka peluang besar untuk bersaing dalam gelar juara dunia di era baru MotoGP.

"Langit berwarna biru di atas Noale," ungkap Rivola, sebagai simbol kebanggaan atas duet pembalap Italia ini.

Keputusan Bagnaia untuk menolak tawaran Yamaha juga memicu efek domino di bursa transfer pembalap. Setelah gagal mendapatkan tanda tangan Bagnaia, Yamaha harus bergerak cepat mencari alternatif, dan pilihan mereka jatuh pada Jorge Martin.

Dengan demikian, keputusan Pecco untuk meninggalkan Ducati dan menolak kontrak fantastis di atas 10 juta euro per musim menunjukkan bahwa tidak semua hal di MotoGP berfokus pada uang.

Terkadang, tantangan baru dan ambisi pribadi menjadi alasan terbesar bagi seorang juara dunia untuk mengambil jalan yang berbeda.

Author Image

Author

Rony Puwarto

Hobi: Nonton bola. Bakat: Ngarang bebas tentang perasaan pemainnya. Jam kerja: Jam 2 pagi waktu UCL.

Tinggalkan komentar