Mohamed Salah menjadi sorotan setelah berhasil mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka saat Mesir meraih kemenangan pertama di fase gugur Piala Dunia 2026 melawan Australia. Kemenangan ini membawa Mesir melaju ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi juara bertahan, Argentina.
Salah, yang berusia 34 tahun, tampil penuh selama 120 menit meski belum sepenuhnya pulih. Ia maju sebagai penendang ketiga dan dengan tenang mengecoh kiper Australia. Setelah pertandingan, Salah mengungkapkan bahwa keputusan untuk menggunakan tendangan Panenka diambil pada detik terakhir sebelum mengeksekusi penalti.
“Kalau ada seseorang yang harus melakukannya, itu adalah saya. Saya lebih berpengalaman daripada yang lain dan ingin memberi mereka kepercayaan diri,” ujar Salah. Ia menambahkan, “Saya baru memutuskannya pada saat terakhir. Saya memang harus melakukannya.”
Salah menyebut kemenangan ini sebagai momen bersejarah bagi sepak bola Mesir. Ia mengajak rekan-rekannya untuk menikmati pencapaian ini sebelum kembali fokus menghadapi tantangan selanjutnya. “Ini adalah sejarah bagi Mesir. Saya selalu berusaha menikmati setiap momen karena momen seperti ini tidak akan kembali lagi.
Saya selalu mengatakan kepada para pemain, 'nikmati saja momen ini'. Mungkin sebentar lagi kami akan merayakannya di luar bus,” ungkapnya.
Meski merayakan kemenangan, Salah mengingatkan bahwa pencapaian ini tidak boleh dianggap remeh. Ia menekankan bahwa Mesir akhirnya mampu menembus fase gugur dan meraih kemenangan pertama di babak tersebut setelah penantian panjang.
“Kami tidak boleh menganggap ini sesuatu yang biasa karena Mesir belum pernah lolos dari fase grup dan belum pernah lolos ke babak berikutnya. Jadi ini benar-benar momen yang harus kami nikmati,” tuturnya.
Mesir kini bersiap menghadapi ujian berat di babak 16 besar melawan Argentina, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7/2026) malam pukul 23.00 WIB di Atlanta Stadium, Atlanta.






