Guenther Steiner, mantan kepala tim Haas Formula 1, mengungkapkan pengakuan mengejutkan setelah hampir satu musim terlibat di MotoGP. Ia mengakui pernah meremehkan kerja keras para pembalap MotoGP akibat minimnya pengetahuan tentang olahraga tersebut.
Steiner, yang kini menjadi bagian dari konsorsium pemilik tim Red Bull KTM Tech3, mengungkapkan bahwa pengalamannya di paddock MotoGP telah mengubah cara pandangnya terhadap profesi pembalap motor.
Pria berusia 61 tahun ini terkejut dengan besarnya porsi latihan fisik yang harus dijalani para pembalap di luar akhir pekan balapan.
“Hal yang paling mengejutkan bagi saya adalah betapa berbeda profesi pembalap motor dibandingkan pembalap mobil. Mungkin karena ketidaktahuan, saya sempat meremehkan seberapa keras mereka berlatih menggunakan motor,” ujar Steiner.
Ia menceritakan pengalamannya saat bertanya kepada para pembalap tentang aktivitas yang mereka lakukan di antara seri balapan.
“Saya pernah bertanya, 'Apa yang kalian lakukan untuk mempersiapkan diri di antara balapan?' Mereka menjawab, 'Kami naik motor.' Saya sempat bingung dan bertanya lagi, 'Maksudnya benar-benar mengendarai motor?' Ternyata memang begitu,” jelasnya.
Menurut Steiner, para pembalap rutin berlatih motocross dan berbagai jenis latihan berkendara untuk melatih keseimbangan serta kemampuan mengendalikan motor. Kebiasaan ini menjadi perbedaan mencolok dibandingkan dengan Formula 1, di mana pembalap lebih banyak mengandalkan simulator untuk menjaga performa dan mempelajari karakter lintasan.
“Di Formula 1, simulator memang sangat penting. Latihannya lebih banyak menguras mental daripada fisik. Jika menabrak dinding di simulator, Anda tinggal menekan tombol dan memulai lagi. Tetapi jika mengalami kecelakaan saat latihan motocross, ambulans yang akan datang menjemput. Itu perbedaan terbesar yang saya rasakan,” tambahnya.
Steiner menilai faktor fisik memiliki pengaruh jauh lebih besar terhadap hasil balapan di MotoGP dibanding Formula 1. Pembalap dituntut untuk menjaga kebugaran sepanjang musim melalui latihan intensif yang tetap memiliki risiko cedera.
Saat ini, tim Tech3 berada di posisi kedelapan klasemen konstruktor dengan mengumpulkan 79 poin sepanjang musim. Steiner juga dihadapkan pada keputusan penting untuk menentukan susunan pembalap menghadapi MotoGP 2027, mengingat kontrak Maverick Vinales dan Enea Bastianini akan berakhir pada penghujung musim ini.
Beberapa nama seperti Luca Marini, Brad Binder, dan talenta muda Senna Agius mulai dikaitkan sebagai kandidat pengisi kursi Tech3 untuk musim mendatang.





