Massimo Ambrosini, mantan kapten AC Milan, mengungkapkan perasaannya mengenai kekalahan di final Liga Champions 2005 yang masih membekas hingga kini. Dalam wawancara di podcast Derbyssimo Legends x MilanNews, ia mengaku tidak bisa menyaksikan pertandingan yang dikenal sebagai "Miracle of Istanbul" karena cedera yang membuatnya absen.
"Saya tidak melihatnya lagi karena saya tidak memainkannya. Cukup bagi saya untuk menontonnya dari tribun. Saya selalu mengatakan selama 20 tahun," kenang Ambrosini.
Ia menambahkan, "Ketika Anda kalah dalam pertandingan seperti itu, pada level seperti itu, sepenting itu, dan dengan cara seperti itu, tidak ada yang bisa menyembuhkannya."
Final 2005 di Istanbul menjadi salah satu laga paling dramatis dalam sejarah sepak bola. Milan unggul 3-0 di babak pertama berkat gol Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo. Namun, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua dan akhirnya menang melalui adu penalti.
Ambrosini juga memiliki kenangan pahit lainnya dari musim 2004-05. Ia mencetak gol sundulan di masa injury time melawan PSV Eindhoven di semifinal, yang membawa Milan ke final, tetapi cedera membuatnya absen di laga puncak tersebut.
Kemenangan AC Milan di final 2007 di Athena terasa seperti pembebasan bagi Ambrosini. Ia menyebutnya sebagai "liberasi" karena memberikan kompensasi yang sangat jarang didapatkan oleh tim mana pun. Pada final itu, Milan, yang memiliki rata-rata usia 34 tahun, berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1.







