Liam Lawson berhasil mempertahankan posisi kedelapan di Grand Prix Inggris yang berlangsung di Silverstone, posisi terakhir yang memberikan poin dalam format sprint. Pertarungan sengit terjadi antara Lawson dan rekan setimnya, Hadjar, menjelang Stowe di Lap 16.
Para steward melakukan penyelidikan terhadap manuver defensif Lawson, namun akhirnya memutuskan untuk memberikan peringatan resmi. Mereka menyatakan bahwa tidak ada perubahan arah yang signifikan setelah fase pengereman dimulai dan Lawson telah memberikan ruang yang cukup untuk Hadjar.
Meski demikian, mereka mengakui bahwa manuver tersebut sedikit melampaui batas yang dapat diterima saat bertahan di tikungan.
Dalam komentarnya di Sky Sports F1, Martin Brundle memberikan dukungan terhadap keputusan tersebut.
Ia menyatakan, "Saya tidak menyebutnya sebagai penalti; saya katakan saya perlu melihatnya lagi, karena mereka memiliki strategi baterai yang berbeda." Brundle menambahkan bahwa Lawson memang meninggalkan sedikit ruang di dalam dan mengambil garis balap, meskipun ada risiko dalam manuver tersebut.
Brundle juga menggarisbawahi dinamika tim Red Bull, di mana Lawson dan Hadjar sama-sama membela tim yang sama. Ia mengutip kesaksian Hadjar yang menyatakan bahwa manuver Lawson tidak layak mendapatkan penalti, menekankan bahwa meskipun manuver tersebut tajam, ruang yang cukup telah ditinggalkan dan kontak dapat dihindari.
Hadjar, pebalap asal Prancis, juga menyebutkan perbedaan tingkat energi antara kedua mobil yang membuat kecepatan penutupan sulit untuk dinilai. Para steward mencatat faktor ini dalam keputusan mereka, yang menambah kompleksitas dalam menilai celah yang ada.
Keputusan ini menjadi penting mengingat posisi tim di klasemen konstruktor.
Red Bull dan Racing Bulls sama-sama dimiliki oleh Red Bull GmbH, dan satu poin untuk posisi kedelapan sangat berharga bagi Racing Bulls, yang kini berada di posisi keenam dengan 45 poin, mengejar Alpine yang memiliki 57 poin di posisi kelima.







