Herve Renard mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih tim nasional Tunisia setelah timnya gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2022. Dalam pernyataan di Instagram, Renard menyebutkan bahwa mewakili Tunisia adalah "suatu kehormatan" dan pengalaman tersebut akan selalu teringat dalam hidupnya.
Pelatih berusia 57 tahun itu mengucapkan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Tunisia atas kesempatan yang diberikan untuk melatih tim. Namun, pergantian pelatih di tengah turnamen tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Renard tidak mampu memperbaiki performa yang ditinggalkan pendahulunya, Sabri Lamouchi.
Kekalahan 3-1 dari Belanda di laga terakhir grup memastikan Tunisia tersingkir tanpa meraih satu pun kemenangan. Tim ini datang ke turnamen dengan harapan tinggi setelah menyelesaikan babak kualifikasi tanpa kebobolan.
Namun, kenyataannya berbeda, dengan Tunisia kebobolan 12 gol di fase grup, mencetak rekor buruk baru di Piala Dunia.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Kosta Rika yang kebobolan 11 gol di Piala Dunia 2022. Kekalahan 5-1 dari Swedia di pertandingan pembuka menunjukkan kelemahan pertahanan yang signifikan, yang berujung pada pemecatan Lamouchi setelah satu pertandingan.
Pengangkatan Renard pun tidak menghentikan kemerosotan, di mana Tunisia kalah 4-0 dari Jepang dalam laga kedua.
Renard menyatakan bahwa kekalahan dari Jepang membuatnya merasa "malu". Kini, para petinggi sepak bola Tunisia dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun kembali tim menjelang kualifikasi Piala Afrika (AFCON) yang akan dimulai pada bulan September. Tunisia tergabung dalam Grup H bersama Uganda, Libya, dan Botswana.







