Chelsea harus menghadapi kenyataan pahit setelah Granit Xhaka memutuskan untuk tidak bergabung meski telah mencapai kesepakatan verbal mengenai kontrak pribadi. Gelandang berusia 33 tahun ini memilih untuk tetap bersama Sunderland, yang menjadi pukulan bagi pelatih Xabi Alonso.
Xabi Alonso sebelumnya berharap Xhaka dapat menjadi salah satu pemain berpengalaman yang memperkuat skuad Chelsea musim ini. Tim asal London itu memang tengah berupaya memperkuat tim setelah menyelesaikan musim lalu di posisi ke-10 Liga Inggris.
Tanpa keikutsertaan di kompetisi Eropa, fokus utama Chelsea adalah meraih tiket Liga Champions untuk musim depan.
Manajemen klub berusaha menambah pemain berpengalaman untuk melengkapi talenta muda yang ada, termasuk Marco Palestra. Granit Xhaka, yang memiliki pengalaman panjang di Premier League, menjadi salah satu target utama.
Ia juga pernah menjadi andalan Alonso saat keduanya bekerja sama di Bayer Leverkusen, di mana Xhaka membantu klub meraih gelar Bundesliga pertama mereka pada musim 2023/24.
Menurut laporan sebelumnya, Chelsea telah mengajukan tawaran awal sebesar 8 juta poundsterling (sekitar Rp176 miliar) setelah mencapai kesepakatan verbal dengan Xhaka. Namun, tawaran tersebut langsung ditolak oleh Sunderland.
Meski ada harapan Chelsea untuk mengajukan tawaran baru, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Xhaka telah memberi tahu Alonso secara langsung bahwa ia tidak akan bergabung dengan Chelsea pada bursa transfer musim panas ini. Ia memilih untuk tetap mengenakan seragam Sunderland dan melanjutkan kariernya di klub tersebut.
Xabi Alonso merasa kecewa dengan keputusan Xhaka, yang diharapkan dapat membantu membangun fondasi tim pada musim pertamanya di Chelsea. Meskipun hubungan baik antara pelatih dan pemain seringkali menjadi faktor penting dalam transfer, kali ini hal tersebut tidak cukup untuk meyakinkan Xhaka.
Dengan kegagalan mendapatkan Xhaka, Chelsea kini harus segera mengalihkan perhatian mereka ke target lain. Tanpa tambahan pemain berpengalaman, Xabi Alonso berisiko memulai musim dengan skuad yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhannya.











