Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memberikan trofi kepada pemenang Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam acara Fox & Friends awal pekan ini.
Infantino mengungkapkan bahwa ia dan Trump akan bersama-sama di panggung seremoni untuk menyerahkan trofi kepada kapten tim pemenang.
"Kami bersama-sama dengan presiden Trump akan menikmati laga final nanti dan tentunya menyerahkan trofi kepada sang juara bersama-sama," ujar Infantino seperti dikutip ESPN.
Keputusan Infantino untuk melibatkan Trump dalam seremoni ini mengundang kontroversi. Hal ini mengingat momen serupa terjadi pada final Piala Dunia Antarklub tahun lalu.
Saat itu, Trump berada di panggung merayakan gelar juara setelah menyerahkan trofi kepada kapten Chelsea, Reece James.
Pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni Qatar 2022 dan Rusia 2018, Infantino melakukan penyerahan trofi sendirian. Tradisi ini telah berlangsung sejak era Sepp Blatter.
Namun, sejarah mencatat bahwa ada dua kasus di mana pemimpin negara tuan rumah terlibat dalam penyerahan trofi Piala Dunia. Raja Juan Carlos di Spanyol menyerahkan trofi juara kepada Italia pada 1982.
Begitu pula, Ratu Elizabeth II menyerahkan trofi kepada kapten Inggris Bobby Moore pada 1966.
Dengan adanya keputusan ini, Piala Dunia 2026 diharapkan akan menjadi ajang yang menyatukan berbagai pihak, meski dengan beberapa kontroversi yang mungkin mengikutinya. Infantino menyatakan bahwa kolaborasi ini akan membawa semangat baru dalam acara tersebut.
Acara Piala Dunia 2026 direncanakan akan digelar di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini merupakan edisi pertama yang melibatkan tiga negara sebagai tuan rumah.
Menarik untuk menunggu bagaimana penyelenggaraan dan penyerahan trofi ini akan berlangsung. Apakah keputusan ini akan menjadi awal dari tradisi baru dalam seremonial penyerahan trofi di event besar di masa mendatang, masih harus dilihat.














