Pemain sayap Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, dikabarkan lebih memilih pindah ke Arsenal daripada Liverpool. Hal ini disampaikan oleh jurnalis Lewis Steele yang menjelaskan tiga alasan utama di balik keputusan tersebut.
Liverpool saat ini tengah mencari pengganti yang tepat untuk Mohamed Salah, yang meninggalkan Anfield setelah sembilan tahun berkarier di klub. Mereka sebelumnya mengincar Yan Diomande, namun pemain tersebut lebih memilih bergabung dengan PSG meski Liverpool telah melakukan persiapan untuk merekrutnya.
Barcola, yang baru-baru ini mengalami penurunan menit bermain, menjadi salah satu opsi utama bagi Liverpool. Meski begitu, Steele menyebutkan bahwa Barcola kemungkinan besar akan meninggalkan PSG dan lebih memilih Arsenal.
"Dia mungkin melihat Mikel Arteta sebagai pelatih dan ingin tinggal di ibu kota London," ungkap Steele dalam podcast Anfield Index.
Steele juga menambahkan bahwa Liverpool saat ini tidak sepopuler tahun lalu ketika mereka masih berstatus juara. "Liverpool bukanlah pilihan yang semenarik dulu," ujarnya. Meskipun Liverpool telah melakukan beberapa langkah untuk mendekati Barcola, Steele mengingatkan bahwa hal itu tidak menjamin kesuksesan, seperti yang terjadi pada Diomande.
Barcola diperkirakan memiliki nilai jual sekitar €120 juta (sekitar Rp2,07 triliun). Steele menilai bahwa PSG akan memanfaatkan statusnya sebagai pemain yang berperan penting dalam kemenangan Piala Dunia untuk meminta harga yang lebih tinggi. "Akan sangat sulit bagi Liverpool untuk mendapatkan Barcola," tambahnya.
Kegagalan merekrut Barcola akan menjadi pukulan telak bagi Liverpool, yang sudah kehilangan target utama mereka. PSG, di sisi lain, bertekad untuk mempertahankan Barcola di Parc des Princes, meskipun mereka berencana untuk merekrut Diomande dan pemain Prancis lainnya, Maghnes Akilouche.
PSG juga dilaporkan ingin mendatangkan penyerang Bournemouth, Eli Junior Kroupe, sebagai bagian dari rencana transfer besar mereka. Dengan rencana untuk merekrut setidaknya dua hingga tiga pemain baru, posisi Barcola di tim utama semakin terancam, terutama setelah ia kehilangan menit bermain di fase akhir Liga Champions.
Barcola hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam semifinal melawan Bayern Munich dan hanya bermain tujuh menit di final melawan Arsenal, yang semakin meyakinkannya bahwa masa depannya tidak lagi di Paris.
Pelatih Luis Enrique dan penasihat olahraga Luis Campos masih mengagumi Barcola, namun keduanya menyadari bahwa pemain internasional Prancis tersebut layak untuk menjadi starter, sesuatu yang semakin sulit dijamin PSG mengingat kekuatan lini serang mereka saat ini.
Barcola bukan satu-satunya pemain sayap yang dipantau Liverpool. Setelah kehilangan Diomande, mereka telah menyusun daftar enam pemain sayap baru yang menjadi incaran, meskipun ada peringatan bahwa salah satu dari mereka mungkin tidak memenuhi standar untuk bermain di Anfield.













