Breaking

Anggaran Multiyears Diharapkan Cetak Atlet Juara Dunia Indonesia

Anggaran Multiyears Diharapkan Cetak Atlet Juara Dunia Indonesia

Dukungan terhadap penerapan anggaran multiyears untuk program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) terus mengalir. Ketua Umum PB Akuatik Indonesia (PBAI) Anindya Novyan Bakrie menilai skema tersebut menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet Indonesia berprestasi di level dunia. Menurut Anindya, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Sebagai induk organisasi yang membawahi cabang renang, polo air, loncat indah, renang artistik, dan renang perairan terbuka, PB Akuatik Indonesia membutuhkan kepastian program jangka panjang agar proses pembinaan berjalan berkesinambungan.

Lima Pemain Sunderland Berkontribusi di Piala Dunia 2026

“Untuk mencetak atlet-atlet Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, dibutuhkan pembinaan jangka panjang. Ini tentu membutuhkan anggaran yang multiyears, bukan dianggarkan per tahun,” ujar Anindya dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026). Anindya menegaskan bahwa tidak ada atlet kelas dunia yang lahir secara instan.

Negara-negara yang rutin meraih prestasi di Asian Games hingga Olimpiade telah membangun sistem pembinaan sejak usia dini dengan dukungan program yang berkelanjutan. Karena itu, Anindya optimistis Indonesia dapat meningkatkan prestasi di panggung internasional apabila pembinaan usia dini berjalan konsisten dan didukung kepastian anggaran dari pemerintah.

Nico Rosberg Puji Kemenangan Lewis Hamilton di F1 2026

“Dengan pembibitan dan pembinaan yang baik serta dukungan dari pemerintah, saya yakin atlet-atlet kita akan mampu mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di arena dunia,” kata Anindya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerapan skema anggaran multiyears untuk program Pelatnas atlet Indonesia.

Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian pembinaan menuju berbagai ajang internasional, termasuk Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade. Erick Thohir, yang juga terlibat dalam kebijakan ini, mengatakan bahwa pembinaan atlet tidak bisa bergantung pada pola penganggaran tahunan.

Menurutnya, kepastian pendanaan jangka panjang dibutuhkan agar federasi olahraga dapat menyusun program latihan, regenerasi atlet, serta pengembangan sport science secara lebih terencana. Kebijakan tersebut juga dinilai menjadi momentum untuk menjaga tren peningkatan prestasi atlet Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir semakin kompetitif di level internasional.

Anggap aja akun ini grup chat circle bola kamu. Tempat sambat kalau tim jagoan kalah, tempat full senyum kalau menang.

Tinggalkan komentar