Petenis unggulan kelima, Alex De Minaur, berhasil mengalahkan petenis asal Amerika Serikat, Zachary Svajda, dengan skor 6-2, 5-7, 6-2, 6-4 di babak ketiga Wimbledon. Pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 41 menit ini mengantarkan De Minaur ke babak keempat untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Usai pertandingan, De Minaur menyatakan, "Saya merasa luar biasa. Saya senang bisa melewati pekan pertama. Itu adalah tujuan pertama turnamen, tentu saja." Ia menambahkan, "Saya rasa ini sudah memasuki masa-masa krusial. Saya senang dengan cara saya bermain. Tubuh saya terasa luar biasa.
Saya rasa kali ini adalah penampilan terbaik saya di lapangan. Saya merasa percaya diri saat meluncur dari kedua sisi, yang merupakan aspek kunci."
De Minaur, yang sebelumnya kalah dari Jakub Mensik di babak ketiga French Open, tidak membiarkan hal serupa terjadi di Wimbledon. Ia berhasil mengkonversi delapan dari 18 peluang break point yang diciptakannya dan memenangkan 70 persen poin saat mengembalikan servis kedua Svajda.
"Saya pikir itu pertandingan berkualitas tinggi. Banyak pujian untuk Zach. Ia petenis yang sangat berbakat dan membuat hidup saya sangat, sangat sulit," ungkap De Minaur.
Ia juga menekankan pentingnya kekuatan mental dalam mempertahankan level permainan di set ketiga dan keempat, yang ia anggap sebagai kunci kemenangan kali ini.
Di babak selanjutnya, De Minaur akan menghadapi Flavio Cobolli, runner up French Open 2026, yang berhasil mengalahkan petenis unggulan ke-19, Karen Khachanov, dengan skor 0-6, 7-6, 6-7, 6-2, 6-2 dalam waktu empat jam.
Meskipun Cobolli harus berjuang keras di dua pertandingan pertamanya di Wimbledon, ia berhasil melawan Khachanov dengan baik.
Menjelang pertemuan mereka, De Minaur unggul 2-0 dalam catatan head to head melawan Cobolli, meskipun keduanya belum bertemu sejak musim 2024. Pertandingan mendatang dipastikan akan menjadi tantangan tersendiri bagi De Minaur dalam upayanya meraih kesuksesan di Wimbledon.






