Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyambut positif keputusan FIFA yang menangguhkan skorsing Folarin Balogun. Dengan keputusan ini, Balogun dapat tampil dalam laga melawan Belgia.
Sebelumnya, FIFA memicu kontroversi setelah Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) mengajukan protes terkait keputusan tersebut, yang dianggap bertentangan dengan regulasi Piala Dunia.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, bahkan menyebut keputusan itu sebagai "April Mop". Namun, FIFA tetap pada pendiriannya, sehingga Balogun yang sebelumnya menerima kartu merah langsung saat melawan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar, kini bisa bermain.
Komite Disiplin FIFA mengubah sanksi menjadi masa percobaan selama satu tahun.
Pochettino menilai keputusan ini sebagai kemenangan bagi keadilan. Ia berpendapat bahwa Amerika Serikat sudah cukup dihukum ketika harus bermain dengan 10 orang selama sekitar 30 menit dalam pertandingan melawan Bosnia. "Reaksi saya sama seperti banyak orang.
Saya sangat mencintai olahraga ini dan percaya pada etika serta integritasnya. Kami merayakan keputusan ini. Kami sudah dihukum cukup berat saat melawan Bosnia karena harus bermain 30 menit dengan 10 pemain. Itu adalah kartu merah yang sepenuhnya tidak adil," ujarnya.
Lebih lanjut, Pochettino menyatakan, "Saya harus membela tim saya. Saya rasa 99,9 persen orang sepakat bahwa kartu merah itu tidak adil. Keputusan ini pantas dirayakan karena tidak perlu ada hukuman tambahan. Apa yang kami alami di pertandingan itu sudah cukup."
Pochettino juga menekankan bahwa keputusan FIFA menunjukkan bahwa kesalahan dalam pertandingan masih bisa diperbaiki melalui proses yang ada. "Ini sangat baik untuk sepak bola. Keputusan ini membuka peluang untuk sedikit memperbaiki keputusan yang keliru," tambahnya.
Meski demikian, Pochettino menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam proses banding. Ia mengaku baru mengetahui keputusan FIFA sesaat sebelum sesi latihan, sementara Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USSF) bekerja keras menangani seluruh proses administrasi. "Saya tidak terlibat. Saya baru mengetahui kabar ini sebelum latihan dimulai.
Federasi tentu bekerja sangat keras untuk membela posisi kami. Sementara itu, fokus saya hanya mempersiapkan pertandingan melawan Belgia," tuturnya.






