Pemain kiper Marc-Andre ter Stegen semakin dekat untuk bergabung dengan Ajax, namun Barcelona kemungkinan akan mendapatkan keuntungan finansial yang lebih kecil dari yang diharapkan.
Menurut laporan Jijantes, Barcelona dan Ajax telah mencapai kemajuan signifikan dalam negosiasi peminjaman Ter Stegen, dan kesepakatan tersebut kini diyakini berada pada tahap akhir.
Keinginan Ter Stegen untuk bergabung dengan klub Belanda menjadi faktor kunci dalam proses ini. Pemain berusia 34 tahun tersebut ingin bekerja di bawah asuhan Michel, yang pernah melatihnya di Girona sebelum cedera menghentikan mereka untuk berkolaborasi lebih jauh.
Jordi Cruyff, direktur olahraga Ajax, juga berperan penting dalam negosiasi ini. Ia memiliki hubungan baik dengan Ter Stegen dari masa lalu di Barcelona, sehingga memudahkan jalur komunikasi antara kedua klub.
Namun, masalah muncul terkait pembagian gaji. Ajax hanya akan menanggung antara 10 hingga 15 persen dari gaji Ter Stegen saat ini, yang berarti Barcelona masih harus menanggung setidaknya 80 persen dari gaji salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di skuad mereka.
Ini bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Ajax akan menanggung sebagian besar gaji Ter Stegen. Jika kontribusi Ajax mendekati 15 persen, maka ini bukan pengurangan beban gaji yang diinginkan Barcelona.
Kepergian Ter Stegen diharapkan dapat membantu merampingkan tagihan gaji Barcelona, terutama setelah ia kehilangan tempat dalam proyek Hansi Flick. Namun, langkah ini lebih terlihat sebagai solusi olahraga ketimbang solusi finansial yang signifikan.
Selama dua musim terakhir, situasi penjaga gawang di Barcelona telah berubah drastis. Wojciech Szczesny bergabung setelah cedera serius yang dialami Ter Stegen, dan klub kemudian merekrut Joan Garcia, yang kini menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.






