Di Grand Prix Inggris, Ferrari menunjukkan keunggulan dalam hal efisiensi aerodinamis dan keseimbangan mobil, yang menjadi faktor krusial dalam balapan ini.
Data menunjukkan bahwa mobil Ferrari, SF-26, mampu berlari lebih cepat di sektor-sektor tertentu dibandingkan dengan W17 milik Mercedes yang dikemudikan oleh Lewis Hamilton dan George Russell.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada performa Ferrari adalah manajemen energi mesin hibrida. Dalam fase yang dikenal sebagai clipping, di mana MGU-K mengisi ulang baterai alih-alih memberikan tenaga, W17 menghabiskan hampir dua detik lebih lama per lap dibandingkan dengan Ferrari.
Hal ini menunjukkan bahwa Mercedes mengonsumsi lebih banyak energi listrik sepanjang lap, yang memaksa mereka untuk menghabiskan lebih banyak waktu dalam mode pengisian.
Keunggulan aerodinamis SF-26 memungkinkan mobil ini untuk mempertahankan kecepatan dengan lebih sedikit energi. Dengan hambatan yang lebih rendah untuk downforce yang sama, Ferrari dapat menggunakan cadangan listriknya dengan lebih efisien.
Ini berarti mereka tiba di zona kecepatan tinggi dengan lebih banyak muatan baterai yang tersedia dan lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk mengisi kembali energi.
Temuan ini menunjukkan bahwa keseimbangan energi unit tenaga tidak dapat dipisahkan dari karakteristik aerodinamis mobil dan sifat sirkuit. Efisiensi keseluruhan, bukan hanya kekuatan puncak, menjadi variabel kompetitif yang semakin sulit diabaikan seiring berjalannya musim.
Meskipun Ferrari memperkenalkan unit tenaga yang lebih baru di Austria, mereka masih tampak kalah dari Mercedes dalam hal keluaran tenaga murni. Namun, keunggulan aerodinamis SF-26 membantu menyeimbangkan kesenjangan tersebut, terutama di sirkuit yang menghargai efisiensi seperti Silverstone.
Di trek ini, di mana mobil menghabiskan waktu lama pada kecepatan tinggi melalui tikungan teknis, kombinasi dari pengurangan hambatan dan keseimbangan yang lebih baik memberikan keuntungan bagi Ferrari.
Dengan lebih sedikit energi listrik yang digunakan saat menikung, mereka dapat menyimpan lebih banyak untuk digunakan di lintasan lurus, serta mengurangi waktu dalam mode clipping saat dibutuhkan.
Pole sprint Hamilton di Silverstone menjadi contoh jelas bagaimana dinamika ini dapat diterjemahkan menjadi waktu lap yang lebih baik. Ferrari berhasil memanfaatkan keunggulan aerodinamis mereka untuk meraih hasil yang lebih baik di balapan ini, menunjukkan bahwa efisiensi adalah senjata kompetitif yang sangat berharga.







