Breaking

Teknologi Sensor Bola Bantu Portugal Menang atas Kroasia di Piala Dunia 2026

Teknologi Sensor Bola Bantu Portugal Menang atas Kroasia di Piala Dunia 2026
Portugal mengalahkan Kroasia 2-1 di Piala Dunia 2026 berkat bantuan teknologi sensor bola yang akurat.

Portugal berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di BMO Field, Toronto, pada Jumat (3/7/2026) pagi WIB. Kemenangan ini membawa Portugal, yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo, melaju ke babak 16 besar.

Dalam pertandingan tersebut, Kroasia sempat unggul lebih dulu melalui gol Ivan Perisic. Namun, Portugal bangkit dan membalikkan keadaan lewat gol dari Ronaldo dan Goncalo Ramos. Di menit akhir, Kroasia hampir menyamakan kedudukan, tetapi gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR.

Di masa injury time, Josko Gvardiol mencetak gol yang dianggap sebagai penyama kedudukan setelah memanfaatkan umpan silang dari Perisic. Namun, wasit Espen Eskas memutuskan untuk membatalkan gol tersebut karena dianggap offside.

Protes dari tim Kroasia muncul karena mereka merasa tidak ada situasi offside saat Gvardiol mencetak gol. Namun, setelah pemeriksaan VAR, terungkap bahwa bola sempat mengenai kepala Igor Matanovic sebelum diteruskan ke Mario Pasalic dan kemudian ke Gvardiol.

Tuchel Yakin Inggris Dapat Penebusan di Stadion Azteca

Melalui laporan dari Athletic, saat VAR memeriksa situasi tersebut, mereka menggunakan data dari teknologi bola terkoneksi, atau Connected Ball Technology. Teknologi ini memungkinkan pelacakan getaran bola saat melewati Matanovic, yang dianggap sebagai sentuhan.

Dengan informasi tersebut, Pasalic dinyatakan sudah berada dalam posisi offside saat menerima bola, sehingga gol Kroasia dibatalkan. Kemenangan Portugal ini menjadi sorotan berkat penggunaan teknologi yang membantu pengambilan keputusan wasit.

Connected Ball Technology, yang dikembangkan oleh FIFA dan Adidas, merupakan inovasi yang diperkenalkan di Piala Dunia 2026. Teknologi ini menggunakan bola resmi Adidas Trionda yang dilengkapi dengan sensor untuk melacak pergerakan dan posisi bola secara real-time.

Sensor unit pengukuran inersia (IMU) berukuran kecil yang terpasang di dalam bola dapat merekam data hingga 500 kali per detik. Data ini digunakan untuk memantau percepatan dan pergerakan bola dalam tiga dimensi, serta untuk menghitung momen sentuhan.

Informasi tersebut kemudian dikirim secara langsung ke ruang operasi video untuk membantu VAR.

Teknologi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih akurat kepada wasit, terutama dalam situasi-situasi krusial seperti offside dan insiden lainnya. Dengan akurasi yang tinggi, diharapkan pertandingan dapat berlangsung lebih adil.

Sejak dicoba oleh FIFA pada tahun 2020 dan 2022, teknologi ini kini menunjukkan peran pentingnya di Piala Dunia 2026, membantu Portugal meraih kemenangan atas Kroasia dan melaju ke babak selanjutnya.

Disclaimer
Sumber sport.detik.com telah disesuaikan untuk kebutuhan penyajian berita di HeiBola.
Anggap aja akun ini grup chat circle bola kamu. Tempat sambat kalau tim jagoan kalah, tempat full senyum kalau menang.

Tinggalkan komentar