Timnas Kroasia mengalami kekecewaan setelah gol yang dicetak oleh Josko Gvardiol pada masa injury time dibatalkan dalam pertandingan melawan Portugal di babak 32 besar Piala Dunia 2026, yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026) pagi WIB.
Dengan gol tersebut, Kroasia berharap bisa memaksakan pertandingan ke babak extra time, namun harapan itu sirna setelah wasit melakukan pemeriksaan VAR.
Portugal akhirnya berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang berbunyi, memastikan tiket mereka ke babak 16 besar, sementara Kroasia harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini.
Pembatalan gol Gvardiol tidak hanya didasarkan pada tayangan ulang video, melainkan juga menggunakan teknologi canggih berupa mikrochip yang terpasang di dalam bola. Sistem ini berfungsi untuk mendeteksi sentuhan pemain sebelum bola diterima oleh Gvardiol, yang menjadi dasar penentuan posisi offside dalam proses terciptanya gol tersebut.
Insiden ini bermula ketika Ivan Perisic mengirim umpan panjang ke dalam kotak penalti, yang mengarah kepada Mario Pasalic sebelum akhirnya disambar oleh Gvardiol. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa Igor Matanovic sempat menyentuh bola sebelum mencapai Pasalic, yang menjadi titik krusial dalam keputusan VAR.
Teknologi dalam bola pertandingan berperan penting di sini. Sensor yang ada di dalam bola mendeteksi bahwa Matanovic lebih dulu menyundul bola, sehingga posisi offside ditentukan dari sundulan tersebut, bukan dari umpan Perisic.
Saat Matanovic menyundul bola, Pasalic sudah berada dalam posisi offside, sehingga rangkaian serangan dinyatakan tidak sah dan gol Gvardiol dibatalkan.
Adidas, yang memperkenalkan teknologi ini pada Oktober tahun lalu dengan nama "Teknologi Bola Terhubung" atau "Connected Ball Technology", memasang sensor gerak di salah satu dari empat panel penyusun bola.
Meskipun bagian lain diisi pemberat untuk menjaga keseimbangan bola, sensor ini dapat mengirimkan data secara langsung kepada sistem VAR selama pertandingan berlangsung.
Teknologi ini tidak hanya membantu dalam menentukan keputusan offside, tetapi juga dapat mengevaluasi potensi handball dan kecepatan sentuhan pemain. Dengan daya baterai yang dapat bertahan hingga enam jam, bola harus diisi daya sebelum pertandingan dimulai.
Laga antara Portugal dan Kroasia menjadi salah satu contoh nyata penggunaan teknologi ini dalam menentukan keputusan penting di lapangan. Setelah gol Gvardiol dibatalkan, Portugal memastikan kemenangan dan melaju ke babak 16 besar dengan skor akhir 2-1.












