Lionel Messi kembali mencetak sejarah dalam dunia sepak bola saat ia mencetak gol ketiga Argentina dalam laga melawan Yordania yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/6/2026).
Gol tersebut tercipta melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan sangat baik pada menit ke-80, memastikan kemenangan La Albiceleste dengan skor 3-0.
Dengan gol ini, Messi menambah koleksi golnya menjadi 19 gol sepanjang penampilannya di putaran final Piala Dunia.
Lebih dari sekadar menambah angka di papan skor, gol ini juga menandai pencapaian luar biasa bagi Messi, yang kini menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol dalam tujuh pertandingan secara beruntun.
Momen bersejarah ini lahir dari eksekusi tendangan bebas di tepi kotak penalti, di mana Messi berhasil mengarahkan bola melewati pagar hidup Yordania, membuat kiper Yazeed Abu Laila tidak mampu bereaksi.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memutuskan untuk tidak menurunkan Messi sejak menit pertama laga demi menjaga kondisi fisiknya, mengingat Argentina telah memastikan tiket ke babak 32 besar lebih awal.
Meski hanya tampil sekitar setengah jam, kehadiran Messi di lapangan kembali menunjukkan pengaruh besarnya terhadap permainan tim.
Ia mencatatkan dua kesempatan mencetak gol, dua tembakan ke gawang, 28 sentuhan bola, serta tiga operan ke sepertiga akhir, dan mengambil empat sepak pojok.
Kemenangan atas Yordania ini memastikan Argentina menutup fase grup sebagai juara Grup J, sekaligus mempertahankan performa impresif sang juara bertahan.
Hasil ini juga memperkuat posisi Messi sebagai kandidat utama peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026, di mana ia telah mencetak enam gol sejauh ini.
Dengan pencapaian ini, Messi kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Menariknya, Messi sebelumnya juga mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan saat membawa skuad Albiceleste meraih gelar juara Piala Dunia 2022.
Kini, ia hanya terpaut satu gol dari pencapaian terbaiknya di satu edisi Piala Dunia, meskipun baru bermain tiga kali di turnamen ini.
Dengan performa yang terus mengesankan, Messi menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berprestasi di level tertinggi.











