Mantan pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Ng Tze Yong, kini memulai karier profesionalnya dengan berlatih secara independen bersama Soong Joo Ven. Keputusan ini diambil setelah Ng mundur dari Pelatnas Malaysia, di mana ia merasa perlu fokus pada pemulihan dari serangkaian cedera yang mengganggu performanya.
Ng, yang dikenal sebagai penerus Lee Chong Wei, menjelaskan bahwa langkah ini akan membantunya sepenuhnya berkonsentrasi pada proses rehabilitasi yang sedang dijalaninya.
Saat ini, Ng berlatih dengan intensitas 40 hingga 50 persen. Ia mengungkapkan, “Untuk latihan, saya akan pergi ke tempat Joo Ven. Sejauh ini, saya bisa berlatih di sana, dan saya menganggap Joo Ven sebagai pelatih saya,” seperti yang dilansir dari News Straits Times.
Ng menekankan pentingnya menghormati kondisi fisiknya dan tidak terburu-buru untuk kembali ke performa puncaknya. “Jika saya punya pilihan, tentu saja saya ingin kembali secepat mungkin. Tapi saya juga perlu menghormati tubuh saya,” tambahnya.
Pemain berusia 26 tahun ini menyadari bahwa kembali ke turnamen dan mencapai performa puncak adalah dua hal yang berbeda. Ia menyatakan, “Tentu saja saya berharap untuk mendapatkan kembali momentum lama saya, tetapi kembali ke turnamen dan kembali ke performa puncak adalah dua hal yang berbeda.
Mungkin butuh waktu. Kami tidak tahu.” Ng juga berbicara tentang tantangan yang dihadapinya sebagai pemain profesional, terutama terkait biaya tinggi yang terlibat dalam proses rehabilitasi. Meskipun demikian, ia tetap optimis karena proses pemulihannya berjalan sesuai rencana.
Ng Tze Yong mengumumkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) adalah langkah terbaik untuk kariernya saat ini, setelah melakukan diskusi damai dengan badan pengatur nasional tersebut.
Meskipun memilih untuk menempuh jalannya sendiri, Ng mengakui bahwa sulit untuk melupakan kontribusi BAM dalam membentuk kariernya sejak masa remaja. Pada 30 Juni, BAM mengumumkan bahwa mereka dan Ng telah sepakat untuk berpisah secara damai.
Ng mencapai peringkat dunia tertinggi dalam kariernya di posisi 14 pada November 2023 dan telah meraih beberapa prestasi penting, termasuk medali perak tunggal dan medali emas tim campuran di Commonwealth Games 2022, serta medali emas di Kejuaraan Tim Asia 2022 dan medali perunggu pada Sudirman
Cup 2021 dan 2023.
Namun, kemajuan kariernya terhambat oleh cedera punggung pada 2024 dan cedera ACL pada 2025, yang masing-masing memerlukan operasi dan rehabilitasi yang panjang.













