Mantan penyerang Barcelona, Luis Suarez, memberikan pujian tinggi kepada Lamine Yamal, pemain muda yang bersinar di Piala Dunia 2026. Suarez menilai Yamal sebagai bintang yang semakin vital bagi tim nasional Spanyol.
Dalam wawancara dengan jurnalis Mundo Deportivo, Suarez mengungkapkan pandangannya mengenai peran penting Yamal yang kian krusial bagi timnas Spanyol. Ia menyoroti kemampuan adaptasi dan daya ledak sang pemain sayap yang mampu mengubah dinamika pertandingan begitu kakinya menginjak lapangan hijau.
“Pada pertandingan pertama melawan Cape Verde, Spanyol menguasai bola cukup banyak, tetapi hal itu tidak menghasilkan banyak peluang emas, kecuali peluang Ferran Torres di babak pertama,” jelas Suarez. Namun, ia menekankan bahwa ketika Lamine masuk, semua rekan setimnya langsung mencarinya untuk menciptakan peluang.
“Anda bisa langsung tahu: semua rekan setimnya mencarinya, mengoper bola kepadanya, dan Anda tahu sesuatu akan terjadi, umpan silang, lari menyusuri sayap, tembakan, apa pun itu,” tambahnya. Suarez meyakini bahwa grafik permainan pemuda tersebut terus menanjak di setiap laga turnamen.
Lebih lanjut, Suarez mengungkapkan bahwa Yamal menyadari sorotan yang tertuju padanya meskipun ada banyak pemain brilian lainnya di Piala Dunia. “Dia tahu bahwa sorotan tertuju padanya, tetapi dia menangani tanggung jawab itu dengan cukup baik,” ujarnya.
Mengingat gaya bermain Yamal yang sering disandingkan dengan Lionel Messi, Suarez meminta publik untuk membiarkan pemain muda itu berkembang secara natural tanpa membebani ekspektasi yang tidak perlu. “Membandingkan mereka itu tidak pantas. Mereka pemain yang berbeda,” tegasnya.
Selain membahas Yamal, Suarez juga memberikan pujian kepada pelatih Hansi Flick. Ia menyoroti pendekatan manajerial Flick yang dekat dengan para pemain dan mampu menjaga keharmonisan tim.
“Setiap tahun sepertinya mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan mampu mengatasi intensitas permainan, tetapi mereka terus melakukannya,” ungkap Suarez. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara manajer dan pemain dalam tim, serta bagaimana Flick menjelaskan keputusan yang diambilnya kepada para pemain.
“Dia adalah manajer yang mudah didekati dan memahami apa yang dibutuhkan setiap pemain,” pungkasnya.













