Sehari setelah Lionel Messi memecahkan rekor gol terbanyak di Piala Dunia, Cristiano Ronaldo menunjukkan performa gemilang dengan mencetak gol perdananya di Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan melawan Uzbekistan, Ronaldo membantu Portugal meraih kemenangan telak 5-0.
Gol yang dicetaknya dalam laga tersebut menjadikannya sebagai pesepakbola pertama yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, memulai karier Piala Dunianya dengan mencetak gol pertamanya pada usia 21 tahun saat menghadapi Iran di Piala Dunia 2006. Sejak saat itu, ia telah konsisten mencetak gol di setiap edisi Piala Dunia yang diikutinya, dari 2006 hingga 2026.
Dengan dua gol yang dicetak ke gawang Uzbekistan, koleksi golnya di Piala Dunia kini mencapai dua digit, melampaui rekor legenda Portugal, Eusebio, sebagai pencetak gol terbanyak negaranya di ajang ini.
Menariknya, seluruh gol yang dicetak Ronaldo di Piala Dunia terjadi pada fase grup. Pencapaian terbaiknya terjadi pada Piala Dunia 2018, di mana ia mencetak hat-trick melawan Spanyol dan menambah satu gol saat melawan Maroko. Hal ini menunjukkan betapa produktifnya Ronaldo di fase awal turnamen.
Sementara itu, Lionel Messi juga tampil di enam edisi Piala Dunia, namun ia mengalami kesulitan pada Piala Dunia keduanya, di mana ia gagal mencetak gol.
Messi mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2006 saat berusia 18 tahun, tetapi sempat mengalami tujuh penampilan tanpa gol, termasuk di Piala Dunia 2010.
Namun, ia bangkit pada 2014 dengan mencetak empat gol di fase grup dan menambah satu gol di 2018 sebelum mencapai puncaknya di Piala Dunia 2022, di mana ia mencetak tujuh gol, termasuk dua gol di final yang mengantar Argentina menjadi juara dunia.
Di Piala Dunia 2026, Messi menunjukkan ketajamannya dengan sudah mencetak lima gol hanya dalam dua pertandingan pertama. Saat ini, Messi memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, sementara Ronaldo dikenal sebagai pemain paling konsisten dengan gol di enam edisi berbeda.
Perdebatan mengenai siapa yang lebih hebat antara keduanya mungkin tidak akan pernah berakhir, tetapi untuk saat ini, keduanya menciptakan sejarah yang tak terlupakan di pentas sepak bola dunia.















