Oaktree Capital, pemilik Inter Milan, mendapatkan sorotan terkait strategi belanja di bursa transfer. Tuttosport menyebutkan bahwa dana yang dikeluarkan Oaktree tidak memenuhi ekspektasi, namun hasil di lapangan tetap menjadikan Nerazzurri sebagai kandidat kuat perebutan Scudetto.
"Oaktree telah menarik 'freno a mano' (rem tangan) dalam kampanye transfer, tetapi hasil yang diraih berkat apa yang dibangun selama bertahun-tahun oleh Suning membuat hal itu luput dari perhatian," tulis Tuttosport.
Meskipun tidak melakukan pembelian besar, Inter tetap dianggap berada di posisi terdepan dalam perebutan gelar Serie A. Analisis ini muncul di tengah spekulasi bahwa manajemen Inter akan lebih fokus pada pasar domestik.
Berbeda dengan era Massimo Moratti yang dikenal dengan pembelian besar-besaran, Oaktree lebih berhati-hati dan cenderung memikirkan langkah-langkah selama proses negosiasi. Tuttosport juga mencatat bahwa setiap pembelian yang dilakukan Oaktree tetap terencana dengan baik.
Meskipun Oaktree belum sepenuhnya melepas kendali, komitmen mereka terhadap Inter tetap solid. Mereka berharap dapat memperkuat tim dengan pemain berkualitas tanpa mengorbankan stabilitas keuangan klub.
Strategi ini dianggap ideal di tengah banyak spekulasi, dengan berinvestasi pada pemain-pemain potensial. Namun, pendekatan hemat ini juga menjadi tantangan bagi klub lain yang ingin menjual pemainnya.





