PGA Tour telah mengumumkan sistem kompetisi baru yang akan mulai diterapkan pada 2028, membagi turnamen menjadi dua tingkatan. Championship Series akan diikuti oleh sekitar 130 pegolf dengan total hadiah mencapai 20 juta dolar AS (sekitar Rp346,6 miliar) per turnamen.
Sementara itu, Challenger Series akan menjadi kompetisi tingkat kedua dengan total hadiah sekitar 4 juta dolar AS (sekitar Rp69,2 miliar).
Salah satu aturan yang paling banyak diperdebatkan adalah larangan bagi pemain Championship Series untuk berpartisipasi di Challenger Series. Kebijakan ini dianggap membatasi fleksibilitas pegolf dalam memilih turnamen yang ingin diikuti.
Lucas Glover, salah satu pegolf yang terlibat, menyatakan bahwa isu ini menjadi topik utama dalam diskusi internal PGA Tour. "Ini adalah salah satu pembahasan terbesar. Banyak pemain memiliki turnamen yang terasa seperti bermain di rumah sendiri karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka.
Itu membuat keputusan ini cukup sulit diterima," ungkap Glover.
Glover menyoroti beberapa turnamen, seperti Cognizant Classic di Florida, CJ Cup Byron Nelson di Texas, Charles Schwab Challenge, dan WM Phoenix Open, yang memiliki ikatan emosional bagi banyak pegolf karena diadakan di daerah tempat tinggal mereka.
Walaupun begitu, Glover mengaku tidak keberatan bermain di turnamen dengan hadiah lebih kecil jika memiliki peluang lebih besar untuk meraih kemenangan. "Saya rela bermain di Challenger Series meski hadiah dan poinnya lebih kecil dibanding Championship Series.
Peluang saya untuk tampil baik mungkin justru lebih besar di sana. Target saya adalah menang, bukan mengejar hadiah uang," jelasnya.
Setelah mendengar penjelasan dari pihak PGA Tour, Glover mulai memahami alasan di balik kebijakan tersebut. "Ketika dijelaskan dari sisi bisnis dan komitmen kepada sponsor, saya bisa memahami alasannya.
Memang tidak ideal, tetapi keputusan itu masuk akal jika melihat besarnya investasi yang dikeluarkan sponsor untuk menghadirkan pemain terbaik," katanya.
Di balik kritik yang ada, Glover juga melihat sisi positif dari format baru ini. Ia berpendapat bahwa sistem baru akan memberikan kepastian jadwal kepada para pemain, yang selama ini menjadi kendala di PGA Tour.
Melalui format baru, pemain Championship Series dijamin tampil dalam 21 turnamen stroke play setiap musim, sedangkan pemain Challenger Series mendapatkan jatah 20 turnamen.







