Petenis unggulan keempat, Jessica Pegula, berhasil melanjutkan perjalanan di Wimbledon 2026 dengan menaklukkan Iva Jovic. Kemenangan ini membawa Pegula ke perempatfinal, meski ia harus berjuang keras setelah tertinggal di awal pertandingan.
Pegula, yang kini berusia 32 tahun, menunjukkan kebangkitan yang mengesankan setelah menumbangkan petenis unggulan ke-16, Jovic. Namanya kini mulai diperhitungkan sebagai kandidat kuat untuk meraih gelar Wimbledon tahun ini. "Pertandingan kali ini sangat berat. Saya senang bisa melaju dan mengatasi pertandingan ini.
Mungkin tidak menyenangkan harus melalui pertandingan tiga set, tetapi di Grand Slam, penting untuk melewati tantangan sulit," ungkap Pegula.
Ia menambahkan, "Ini adalah bukti kemampuan saya dalam memecahkan masalah dan daya saing saya. Terkadang, saya hanya butuh sedetik untuk memulai. Saya suka memiliki reputasi bahwa meskipun seseorang mengalahkan saya, pertandingan belum berakhir."
Pegula, yang sebelumnya meraih gelar di Charleston pada tahun yang sama, menjelaskan kunci keberhasilannya melawan Jovic yang berusia 18 tahun. "Saya harus mulai melakukan servis dengan baik. Ia adalah pengembali bola yang hebat. Hari servis yang buruk tidak akan cukup untuk memenangkan pertandingan," jelasnya.
Ia juga mencatat, "Kami banyak melakukan break di set pertama, tetapi saya tetap fokus pada pengembalian bola. Saya berusaha meningkatkan persentase servis pertama untuk mendapatkan poin gratis. Mengubah tempo permainan sangat penting."
Pegula merasakan pertandingan berlangsung ketat, terutama di akhir set kedua dan ketiga. "Di situlah saya mengerahkan banyak energi untuk tetap agresif. Untungnya, strategi itu berhasil," tuturnya.
Dengan kemenangan ini, Pegula kini bersiap untuk menghadapi rekan senegaranya, Cori Gauff, yang merupakan petenis unggulan ketujuh, demi tiket ke semifinal Wimbledon.








