Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Kylian Mbappe saat timnya berhasil mengalahkan Paraguay 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi, gol penalti yang dicetak Mbappe pada menit ke-70 menjadi penentu kemenangan setelah Desire Doue dijatuhkan di kotak terlarang.
Sepanjang laga, Paraguay terlihat beberapa kali menghentikan permainan dengan pelanggaran dan duel fisik. Usai pertandingan, Deschamps mengungkapkan bahwa ia meminta dua pemain bertubuh besar di skuadnya untuk melindungi Mbappe pada menit-menit akhir pertandingan. Ia khawatir sang kapten menjadi target pelanggaran keras dari lawan.
"Saya meminta dua pemain bertubuh paling besar untuk berdiri di sekitar Kylian pada akhir pertandingan karena mereka akan berusaha menjatuhkannya," ujar Deschamps. Ia menambahkan bahwa menghadapi tim asal Amerika Selatan seperti Paraguay selalu menjadi tantangan tersendiri.
"Tidak mudah menghadapi mereka. Mereka menggunakan segala cara yang mereka miliki. Mungkin itu bukan jenis sepak bola yang membuat orang ingin datang ke stadion, tetapi mereka bertahan dengan sangat baik," lanjutnya.
Deschamps juga mengakui bahwa timnya sempat merasa frustrasi meski mendominasi penguasaan bola. Disiplin bertahan Paraguay memaksa Prancis untuk bersabar hingga akhirnya bisa memanfaatkan peluang dari titik penalti untuk meraih kemenangan.
Sementara itu, Mbappe menegaskan bahwa Prancis sudah memprediksi pertandingan akan berlangsung keras. Penyerang berusia 27 tahun ini menyatakan bahwa Les Bleus mampu beradaptasi dengan gaya permainan Paraguay dan tetap keluar sebagai pemenang.
"Kami tahu pertandingan seperti apa yang akan kami hadapi. Jika kami harus bermain keras, kami bisa melakukannya. Kami juga bisa bermain dengan cara yang tidak indah. Mereka mungkin mengira kami akan datang memakai tuksedo, tetapi kami siap menghadapi mereka," kata Mbappe.







