Breaking

Bagnaia dan Marquez Jalin Kerja Sama di Ducati Meski Ada Rivalitas

Bagnaia dan Marquez Jalin Kerja Sama di Ducati Meski Ada Rivalitas
Francesco Bagnaia dan Marc Marquez menunjukkan hubungan profesional yang baik di Ducati, terlepas dari rivalitas masa lalu antara Rossi dan Marquez.

Francesco Bagnaia mengungkapkan hubungan positifnya dengan Marc Marquez sejak keduanya menjadi rekan setim di Ducati Lenovo Team pada musim 2025. Meskipun dibesarkan di Akademi VR46 milik Valentino Rossi, Bagnaia menegaskan bahwa ia tidak membawa rivalitas antara Rossi dan Marquez ke dalam hubungan profesionalnya.

Bagnaia, yang merupakan salah satu lulusan paling sukses dari VR46 Riders Academy, bergabung dengan akademi tersebut pada tahun 2014.

Andrey Santos Jadi Target Utama Manchester United dan Newcastle

Hal ini terjadi setahun sebelum perseteruan antara Rossi dan Marquez mencapai puncaknya di MotoGP Malaysia 2015, yang dikenal sebagai salah satu insiden paling kontroversial dalam sejarah MotoGP. Sejak saat itu, hubungan Rossi dan Marquez memburuk, dan keduanya jarang terlihat akrab di luar lintasan.

Meski demikian, Bagnaia memilih untuk memisahkan isu tersebut dari kariernya sebagai pembalap Ducati. "Setelah apa yang terjadi dalam karier Marc dan karena saya tumbuh di akademi Valentino, banyak orang memiliki pendapat tentang hubungan kami di dalam garasi.

Kabar Terbaru: Lee Zii Jia Kalah di Semifinal Canada Open 2026

Tetapi seperti yang sudah sering saya katakan, itu bukan perang saya," ungkap Bagnaia.

Bagnaia mengaku terbuka ketika Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati. Ia menyatakan bahwa hubungan mereka berkembang dengan baik sejak sesi tes pertama. "Saya benar-benar terbuka untuk mengenal Marc lebih dekat. Sejak tes pertama, kami langsung memiliki hubungan yang sangat baik," tambahnya.

Granit Xhaka Kenang Masa Kecil Sebelum Laga Penting Swiss vs Kolombia

Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 ini menekankan bahwa ia dan Marquez banyak bekerja sama dalam pengembangan motor. Keduanya rutin bertukar data dan berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi di lintasan. "Kami banyak bekerja bersama dan menganalisis berbagai hal.

Saya mencoba membantu Marc ketika dia membutuhkan, meskipun sebenarnya dia sangat jarang membutuhkan bantuan. Sebaliknya, ketika saya mengalami kesulitan, dia selalu berusaha membantu dengan cara yang sangat positif," jelas Bagnaia.

Bagnaia juga memuji kecerdasan Marquez sebagai pembalap. Ia percaya bahwa pengalaman panjang juara dunia delapan kali tersebut membuat kerja sama mereka lebih efektif.

Sebelumnya, Marquez juga memberikan penilaian positif terhadap Bagnaia, menyebutnya sebagai sosok yang ramah dan selalu jujur, dua kualitas penting dalam membangun hubungan di dalam tim.

Hubungan harmonis antara Bagnaia dan Marquez di dalam garasi menjadi salah satu faktor penting di balik perkembangan Ducati dalam beberapa musim terakhir.

Meskipun keduanya akan berpisah pada akhir musim MotoGP 2026, setelah Bagnaia dipastikan meninggalkan tim, mereka menunjukkan bahwa rivalitas di lintasan tidak selalu menghalangi terciptanya kerja sama profesional.

Disclaimer
Sumber www.ligaolahraga.com telah disesuaikan untuk kebutuhan penyajian berita di HeiBola.
Anggap aja akun ini grup chat circle bola kamu. Tempat sambat kalau tim jagoan kalah, tempat full senyum kalau menang.

Tinggalkan komentar