Dilansir dari Kompas.com, Pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, akhirnya memberikan kesempatan bermain kepada Neymar pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 melawan Skotlandia, Kamis (25/6/2026) pagi WIB.
Kemenangan 3-0 Brasil atas Skotlandia menjadi salah satu sorotan utama, karena Neymar kembali tampil bersama Selecao setelah hampir tiga tahun tidak memperkuat tim nasional. Sorak-sorai paling meriah terdengar ketika pemain berusia 34 tahun itu memasuki lapangan, menandai kembalinya salah satu bintang terbesar Brasil.
Usai pertandingan, Ancelotti menjelaskan alasan di balik keputusannya memainkan Neymar. Menurut pelatih asal Italia itu, Neymar layak mendapatkan kesempatan setelah bekerja keras menjalani proses pemulihan hingga kembali berada dalam kondisi fisik terbaik. "Dia mendapatkan kesempatan bermain karena memang pantas mendapatkannya.
Dia bekerja sangat keras untuk pulih," kata Ancelotti dalam konferensi pers, dilansir Reuters. Ancelotti meyakini kualitas yang dimiliki Neymar masih bisa menjadi senjata penting bagi Brasil dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
"Saya pikir di Piala Dunia ini, dengan kualitas yang dia miliki, dia bisa membantu tim. Dia hanya bermain beberapa menit, tetapi dia bermain dengan baik," ujar mantan pelatih AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, dan Real Madrid tersebut.
Meski kini telah berusia 34 tahun, Ancelotti menilai gairah Neymar membela Brasil tidak berubah sedikit pun. Menurut dia, pemain dengan pengalaman sebesar Neymar tidak membutuhkan motivasi tambahan untuk tampil bersama tim nasional. "Neymar tidak membutuhkan motivasi untuk bermain.
Tidak ada pemain yang membutuhkan motivasi untuk mengenakan jersey Brasil," kata Ancelotti. "Dia berusia 34 tahun dan masih memiliki gairah yang sama seperti anak muda," tambahnya. Kembalinya Neymar menjadi kabar positif bagi Brasil yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan setelah start kurang meyakinkan di turnamen ini.
Setelah awal yang kurang baik, Selecao bangkit dengan meraih dua kemenangan beruntun dan memastikan diri sebagai juara grup. Selain Neymar, Ancelotti juga memberikan pujian kepada Vinicius Junior yang kembali menjadi bintang kemenangan Brasil.
Penyerang Real Madrid itu mencetak dua gol ke gawang Skotlandia dan terus merepotkan pertahanan lawan lewat aksinya di sisi kiri lapangan. Menurut Ancelotti, performa impresif Vinicius tidak lepas dari kerja kolektif tim yang semakin solid.
"Vini sedang berada dalam performa yang sangat bagus dan tim banyak membantunya. Dia bisa bermain di berbagai posisi, baik di area dalam maupun di sayap," ujar Ancelotti.
Kemenangan atas Skotlandia memastikan Brasil finis sebagai juara Grup C dan melaju ke babak 32 besar. Meski puas dengan perkembangan timnya, Ancelotti menegaskan Brasil masih memiliki sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam kecepatan sirkulasi bola saat menguasai permainan.
"Kami sekarang bermain sebagai sebuah tim dan memang itu tujuannya," ujar Ancelotti. Ia mengakui timnya belumlah sempurna. "Kami bisa bermain lebih cepat ketika menguasai bola. Saya senang karena tim berkembang dibanding pertandingan pertama.
Menjadi tim yang solid sangat penting sekarang karena kami sudah memasuki fase gugur," ungkapnya. Di babak 32 besar, Brasil akan menghadapi runner-up Grup F, yang bisa jadi Belanda, Jepang, atau Swedia. Walaupun optimisme publik Brasil mulai meningkat, Ancelotti memilih meredam euforia.
Pelatih berusia 67 tahun itu menegaskan bahwa target utama timnya bukan sekadar bermain atraktif, melainkan memenangkan pertandingan demi pertandingan.












