Cristiano Ronaldo telah mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terakhir yang ia jalani bersama tim nasional Portugal. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Spanyol, Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, berharap pertandingan tersebut bukanlah laga terakhirnya di ajang bergengsi ini.
Portugal dijadwalkan bertanding melawan Spanyol pada Senin malam waktu Dallas, atau Selasa WIB, dengan tiket perempat final menjadi taruhannya. Ronaldo mengungkapkan harapannya agar turnamen ini tidak diakhiri dengan kekalahan di babak 16 besar.
“Biarkan ini menjadi Piala Dunia terakhir saya. Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, dan saya berharap besok bukan pertandingan terakhir saya,” ungkap Ronaldo, disambut tepuk tangan meriah dari para jurnalis yang hadir.
Sebelumnya, Ronaldo sempat ragu untuk memastikan apakah turnamen ini adalah penampilan terakhirnya. Ia menyatakan akan berhenti bermain saat merasa waktunya sudah tiba. “Saya akan mengakhirinya ketika saya memilih. Kalian selalu menanyakan pertanyaan yang sama, apakah ini yang terakhir? Kita lihat nanti,” tambahnya.
Ronaldo menegaskan bahwa ia tidak ingin terbebani oleh ekspektasi untuk selalu menjadi juara. Baginya, kesempatan membela Portugal di Piala Dunia adalah sebuah kebanggaan. “Saya sudah memberikan semua yang saya miliki untuk sepak bola.
Saya bermain bukan karena kebutuhan, tetapi karena cinta dan gairah terhadap sepak bola serta tim nasional,” jelasnya.
Meski mendapatkan kritik atas penampilan Portugal yang kurang meyakinkan di fase grup, Ronaldo merasa performanya masih cukup baik. Ia telah mencetak tiga gol di turnamen ini, meskipun ada pemain lain yang tampil lebih menonjol. “Saya rasa saya juga tidak bermain terlalu buruk,” ujarnya.
Ronaldo mencatatkan sejarah sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal, dengan total 146 gol dari 232 pertandingan. Golnya ke gawang Uzbekistan menjadikannya pemain pertama yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia yang berbeda.
Selain itu, gol penalti saat Portugal menang 2-1 atas Kroasia membuatnya menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia dan pemain tertua yang tampil di fase gugur turnamen tersebut.












