Breaking

Gustavo Alfaro Hormati Keputusan VAR Usai Paraguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Gustavo Alfaro Hormati Keputusan VAR Usai Paraguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Gustavo Alfaro menghormati keputusan VAR terkait penalti Kylian Mbappe yang membuat Paraguay tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Paraguay harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Prancis dengan skor 1-0. Penalti yang dieksekusi Kylian Mbappe pada menit ke-70 menjadi penentu hasil pertandingan tersebut.

Wasit Ilgiz Tantashev awalnya membiarkan permainan berlanjut saat Desire Doue terjatuh setelah berduel dengan Diego Gomez, namun mengubah keputusannya setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR.

Everton Saingi Klub Besar Eropa untuk Christ Inao Oulai

Usai pertandingan, pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, menyatakan bahwa ia berada tepat di belakang wasit saat insiden tersebut ditinjau. Ia memilih untuk tidak terburu-buru mengkritik keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan. "Saya melihatnya ketika wasit sedang memeriksa monitor VAR.

Saya berada tepat di belakang wasit dan saya tidak bisa bersikap objektif," ungkap Alfaro.

Andrey Santos Jadi Target Utama Manchester United dan Newcastle

Alfaro menjelaskan bahwa wasit awalnya menilai pemain mencoba mencari kontak, namun VAR menyatakan itu sebagai penalti. "Saya akan melihat tayangan itu lagi dengan lebih mendalam. Saat melihat ulang permainannya, pemain memang berada di udara, dia sangat terampil dan bisa bergerak di ruang yang sempit," tambahnya.

Meski tersingkir, Alfaro tetap bangga dengan pencapaian Paraguay di Piala Dunia 2026. Sebelum menghadapi Prancis, ia menyebut perjalanan timnya sebagai luar biasa, terutama setelah menyingkirkan Jerman melalui adu penalti di babak 32 besar.

Kabar Terbaru: Lee Zii Jia Kalah di Semifinal Canada Open 2026

Namun, pelatih berusia 63 tahun itu mengakui kekalahan dari Prancis meninggalkan rasa kecewa yang mendalam.

"Saya meninggalkan Piala Dunia dengan tenang karena kami benar-benar berjuang. Namun, saya tetap sedih karena ingin melangkah lebih jauh dan tentu saja kekalahan tidak pernah membuat siapa pun bahagia," kata Alfaro. Ia menambahkan, "Saya tidak suka kalah dalam hal apa pun.

Saya mengatakan kepada para pemain di ruang ganti bahwa jika ingin menjadi pemenang, hal pertama yang harus dipelajari adalah bagaimana menerima kekalahan."

Disclaimer
Sumber www.ligaolahraga.com telah disesuaikan untuk kebutuhan penyajian berita di HeiBola.
Anggap aja akun ini grup chat circle bola kamu. Tempat sambat kalau tim jagoan kalah, tempat full senyum kalau menang.

Tinggalkan komentar