Toprak Razgatlioglu dipastikan akan melanjutkan kariernya bersama Pramac Yamaha pada musim keduanya di MotoGP. Meskipun berstatus sebagai pembalap satelit, pembalap asal Turki ini tetap mendapatkan dukungan penuh dari Yamaha, termasuk kontrak dan fasilitas yang setara dengan pembalap pabrikan.
Sebelumnya, Marc Marquez sempat memprediksi bahwa Yamaha akan mempertahankan Alex Rins dan memberikan kursi pabrikan kepada Toprak, terutama setelah Fabio Quartararo diproyeksikan pindah ke Honda. Prediksi tersebut dianggap cukup logis mengingat Toprak memiliki reputasi sebagai tiga kali juara World Superbike.
Namun, perjalanan Toprak di kelas premier MotoGP belum menunjukkan hasil yang mencolok. Hingga pertengahan musim 2026, ia baru mengumpulkan 11 poin. Beberapa pengamat berpendapat bahwa pencapaian tersebut lebih dipengaruhi oleh performa motor Yamaha M1 yang belum mampu bersaing secara konsisten di barisan depan.
Neil Hodgson, legenda balap dan analis MotoGP, berpendapat bahwa Yamaha seharusnya memberikan kesempatan kepada Toprak untuk mengisi kursi tim pabrikan, daripada merekrut Ai Ogura. Menurutnya, Toprak telah menunjukkan kemampuan yang layak untuk mendapatkan kesempatan lebih besar.
Meski demikian, Yamaha tampaknya lebih memilih untuk berinvestasi pada masa depan dengan merekrut Ai Ogura, yang berusia 25 tahun dan dianggap sebagai salah satu talenta menjanjikan dari Jepang.
Sementara itu, Jorge Martin, yang berusia 28 tahun, didatangkan untuk memperkuat daya saing tim berkat pengalaman dan kualitasnya sebagai salah satu pembalap papan atas.
Pramac dan Yamaha hingga saat ini belum mengumumkan rekan setim Toprak untuk musim 2027. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Izan Guevara, pembalap Moto2 sekaligus anggota akademi Yamaha, menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Jack Miller.
Keputusan Yamaha ini juga menciptakan tantangan baru bagi Toprak. Kontraknya akan berakhir pada akhir musim 2027. Jika Jorge Martin dan Ai Ogura mampu tampil sesuai harapan, peluang Toprak untuk menembus tim pabrikan akan semakin kecil.
Situasi ini diperkirakan akan menjadi agenda penting dalam negosiasi kontrak berikutnya. Bagi Yamaha, memiliki banyak pembalap kompetitif merupakan keuntungan, namun mereka juga harus menjaga kepuasan para talenta terbaik yang dimiliki.






