Timnas Jerman mengalami kekalahan 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat.
Meskipun hasil ini tidak mengubah posisi Jerman sebagai pemuncak klasemen Grup E, kekalahan ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk dari dalam tim sendiri.
Penyerang Deniz Undav, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-60, menyoroti kurangnya agresivitas timnya dibandingkan dengan Ekuador. Ia menyatakan, "Ekuador lebih agresif dan lebih tajam daripada kami. Itu sesuatu yang perlu kita pelajari dan ambil kesimpulan yang tepat," dikutip dari Goal English.
Undav juga menekankan bahwa permainan tim tidak efisien dan mereka tidak menciptakan banyak peluang, yang menjadi faktor penting dalam kekalahan tersebut.
Dalam pernyataannya, Undav menuntut perubahan mentalitas agar tim dapat lebih solid dalam situasi tertekan. Ia menambahkan, "Kita harus lebih banyak bertahan.
Jika keadaan menjadi buruk, maka kita juga harus bersikap buruk." Pernyataan ini menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap performa tim, terutama menjelang babak gugur yang semakin dekat.
Di sisi lain, manajer Julian Nagelsmann membela timnya dan tidak sependapat dengan anggapan bahwa para pemain kurang bersemangat. Dalam wawancara pasca pertandingan, ia menegaskan, "Tolong hentikan omong kosong itu, jujur saja.
Mengapa para pemain tidak ingin bermain dengan kekuatan penuh?" Nagelsmann berpendapat bahwa para pemain hanya perlu mengambil sedikit lebih banyak risiko dalam banyak situasi, dan bukan berarti mereka tidak berusaha maksimal.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Jerman menjelang babak gugur, di mana mereka harus memperbaiki performa untuk menghadapi tantangan selanjutnya.
Dengan kritik yang muncul dari dalam tim, diharapkan Jerman dapat melakukan evaluasi yang mendalam dan meningkatkan intensitas permainan mereka agar tidak terulang kembali di fase knockout.












