Ducati resmi mengumumkan perpisahan dengan Pecco Bagnaia yang akan terjadi setelah MotoGP 2026 berakhir. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam susunan pembalap tim pabrikan untuk musim 2027.
Pengumuman ini muncul setelah Ducati mencapai kesepakatan dengan Liberty Media untuk periode 2027-2031, yang menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam strategi tim.
Sebelumnya, Ducati juga telah mengonfirmasi perpanjangan kontrak Marc Marquez selama dua musim, yaitu 2027-2028. Hengkangnya Bagnaia dari tim merah bukanlah kejutan, mengingat dalam beberapa bulan terakhir telah muncul banyak indikasi bahwa kedua pihak akan menempuh jalan berbeda.
Ducati memutuskan untuk merekrut Pedro Acosta sebagai pengganti Bagnaia di tim pabrikan, sementara Bagnaia akan melanjutkan kariernya bersama Aprilia dan menjadi rekan setim Marco Bezzecchi.
Awalnya, ada spekulasi bahwa Bagnaia akan bergabung dengan Yamaha. Namun, situasi berubah setelah Jorge Martin dan Ai Ogura, yang saat ini membela Aprilia, menandatangani kontrak dengan pabrikan asal Iwata tersebut.
MotoGP 2026 akan menjadi musim keenam Bagnaia bersama tim pabrikan Ducati, tetapi secara keseluruhan, ia telah mengendarai Desmosedici GP selama delapan musim, termasuk saat membela tim satelit Prima Pramac pada 2019 dan 2020.
Selama masa tersebut, pembalap asal Chivasso ini mencatatkan dua gelar juara dunia, 31 kemenangan, 63 podium, dan 28 pole position. Sebelum meraih dua gelar beruntun pada 2022 dan 2023, Ducati terakhir kali meraih gelar juara dunia pembalap lewat Casey Stoner pada 2007.
Pabrikan Italia ini membutuhkan waktu 15 tahun dan kerja keras sebelum kembali ke puncak kelas utama.
Musim 2025 menjadi masa yang cukup sulit bagi Bagnaia setelah kedatangan Marc Marquez dan hadirnya Desmosedici GP25 yang sulit dikendarai. Meskipun beberapa kesulitan tersebut masih berlanjut pada 2026, performanya menunjukkan tanda-tanda peningkatan dengan torehan empat podium beruntun.
Optimisme ini juga digaungkan oleh bos besar Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, yang masih menilai Bagnaia sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Bagnaia sendiri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Ducati melalui media sosial, menyebutkan bahwa delapan tahun bersamanya adalah pengalaman yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa meskipun ada tantangan, hubungan mereka telah membentuknya menjadi pembalap yang lebih baik.
Mulai 2027, Bagnaia akan menghadapi tantangan baru bersama Aprilia setelah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan, menandai akhir dari perjalanan delapan tahun yang berkesan bersama Ducati.













