Veda Ega Pratama menunjukkan ambisi yang lebih dari sekadar meraih posisi kelima saat balapan Moto3 di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko, pada 21 Juni 2026.
Meskipun berhasil finis di posisi tersebut, ia menginginkan hasil yang lebih baik.
Setelah menyelesaikan balapan, Veda segera melakukan evaluasi dengan timnya tanpa ada rasa puas di wajahnya.
Di balapan tersebut, Veda memulai dari grid ke-20 setelah dihukum turun 12 posisi akibat pelanggaran saat kualifikasi, namun berhasil melesat hingga 15 peringkat selama balapan.
Kecelakaan dan ketidakpuasan terlihat jelas saat Veda berinteraksi dengan tim. Dalam sebuah wawancara pascabalapan, ia menyoroti perlunya peningkatan pada motor Honda SF250RW agar bisa bersaing dengan dominasi rivalnya yang menunggangi KTM.
Veda menjelaskan bahwa meski Honda memiliki keunggulan yang bisa dimanfaatkan, perbaikan tetap diperlukan.
Di grid Brno, Veda merupakan satu-satunya pembalap Honda yang bersaing dengan 15 motor KTM di sepuluh besar.
Sejak lampu merah padam, Veda menunjukkan kemampuan luar biasa dengan segera naik ke posisi ke-11 hanya dalam satu lap, kemudian terus melejit ke posisi tujuh dan bersaing untuk podium.
Pada lap keempat dari akhir, Veda mencetak catatan lap terbaik 2 menit 04,524 detik, yang sekaligus menjadi rekor lap tercepat sepanjang sejarah Moto3 di Sirkuit Brno.
Dalam pertarungan memperebutkan posisi, Veda berhasil menyalip Alvaro Carpe di dua tikungan terakhir namun hanya kalah tipis dengan selisih 0,006 detik saat menyentuh garis finis.
Setelah evaluasi, Veda juga mencatat bahwa dia masih perlu belajar tentang pengendalian motor dan strategi balap, terutama saat menghadapi rival yang menggunakan mesin yang berbeda.
Saat ini, Veda menempati peringkat keenam di klasemen sementara dengan total 82 poin, menjadi pembalap Honda tercepat di ajang Moto3.
Veda, yang baru berusia 17 tahun, telah menarik perhatian sejak awal tampil di Moto3. Dia menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di GP Brasil dan berhasil memecahkan rekor kecepatan puncak di GP Spanyol.
Performa ini menunjukkan potensi besar untuk membawa Indonesia ke ajang MotoGP di masa depan.
Dia kini dianggap sebagai salah satu pembalap berpotensi dari Indonesia, dengan harapan mendapatkan dukungan yang lebih besar dari masyarakat. Veda menegaskan bahwa ambisiya tidak hanya berhenti pada meraih poin atau finis di posisi lima besar.
Penilaian positif terhadapnya juga datang dari pembalap terkenal seperti Alex Marquez, yang mengakui kecepatan dan kemampuan Veda. Rintangan saat ini adalah waktu dan pengembangan keahlian serta ketahanan mental Veda di tengah kompetisi Moto3 yang ketat.














