Tottenham Hotspur kini menghadapi ancaman degradasi serius, sebuah situasi langka bagi klub besar dengan investasi dan nilai skuad fantastis di Premier League.
Roberto De Zerbi, pelatih baru Tottenham yang ditunjuk akhir Maret, belum memimpin satu pertandingan pun, sementara tim sudah terperangkap di zona degradasi.
Posisi ke-18 Spurs di klasemen Premier League adalah yang terburuk dalam 17 tahun terakhir, setelah kalah bersaing dengan tetangga mereka West Ham United.
Tottenham kini tertinggal dua poin dari West Ham, dan ancaman degradasi semakin nyata di tengah musim yang sudah memasuki pekan ke-32.
Padahal, klub London Utara ini sempat juara Liga Europa musim lalu dan diprediksi bertengger di posisi atas serta kembali ke kompetisi Eropa musim depan.
Dengan nilai skuad mencapai 747,8 juta poundsterling (sekitar Rp13,7 triliun), Tottenham memiliki salah satu skuad termahal di Inggris, jauh di atas klub pesaing degradasi.
Pemain mahal seperti Xavi Simons, Mohammed Kudus, dan Conor Gallagher didatangkan dengan biaya besar, namun hasil di lapangan sangat jauh dari harapan.
Gaji pemain Tottenham juga termasuk tertinggi di Liga Inggris, sekitar 156 juta euro per tahun, tiga kali lipat dari klub papan bawah seperti Leicester City.
Jika benar-benar terdegradasi, Tottenham harus melakukan pemangkasan biaya besar-besaran, yang akan menjadi pukulan berat bagi klub dengan nilai pasar sekitar 638 juta euro.
Investasi besar mereka dalam pembangunan stadion senilai satu miliar euro juga akan menjadi beban tambahan jika degradasi terjadi, memperberat situasi keuangan klub.
Kondisi ini menempatkan Tottenham dalam posisi genting yang bisa menjadi salah satu kisah terburuk dalam sejarah Premier League sejak era 1992.
Ancaman degradasi tidak hanya mengancam reputasi klub, tetapi juga memicu ketidakpastian besar bagi masa depan pemain dan manajemen.
Dengan tekanan besar di dalam dan luar lapangan, Tottenham harus segera menemukan solusi agar terhindar dari jurang degradasi yang mengintai.
Situasi ini menjadi peringatan keras bagi klub-klub besar bahwa investasi besar tak selalu menjamin kesuksesan di kompetisi ketat seperti Premier League.
Manajemen Tottenham perlu melakukan evaluasi menyeluruh demi menyelamatkan klub dari krisis yang bisa berdampak panjang.
Penting bagi Spurs untuk segera bangkit dan membuktikan bahwa mereka masih layak bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris musim depan.






























