Roma Terjebak Krisis Berulang: Gonta-Ganti Pelatih, Uang Habis, dan Harapan yang Kandas

Putra Rusdi K

9 April 2026

Roma Terjebak Krisis
CHOOSE LANGUAGE:

AS Roma kembali terjerat dalam siklus kegagalan meski sudah melakukan investasi besar, perombakan manajemen, dan sejumlah pergantian pelatih yang diharapkan bisa mengubah nasib klub.

Delapan tahun sudah Roma berkutat di peringkat enam Serie A, meski sebelumnya mereka dikenal sebagai langganan zona Liga Champions.

Musim ini, klub bahkan telah menggelontorkan lebih dari 120 juta euro—sekitar Rp2,1 triliun—untuk belanja pemain.

Namun, hasilnya tetap mengecewakan dan jauh dari ekspektasi suporter.

Semua usaha ini bermula sejak keluarga Friedkin mengambil alih Roma dan menyelamatkan klub dari krisis utang yang sempat mengancam eksistensi mereka.

Namun hingga kini, Friedkin belum mampu membawa Roma kembali ke papan atas.

Pengecualian hanya terjadi saat Roma menembus dua final Eropa di era Mourinho.

Setelah era pelatih Fonseca berakhir, Roma terus mencari sosok penyelamat dengan berganti-ganti pelatih.

Nama-nama seperti Mourinho, De Rossi, hingga kini Gasperini sudah pernah dipercaya memimpin tim.

Sayangnya, semua pergantian tersebut belum menghasilkan perubahan signifikan.

Harapan suporter pun terus kandas setiap musim.

Pola gonta-ganti pelatih dan direktur olahraga yang berulang membuat identitas klub makin kabur dan kehilangan arah.

Keputusan-keputusan mendadak, seperti pemecatan De Rossi hanya setelah empat pertandingan meski sudah diberi kontrak tiga tahun, makin menambah kekacauan.

Author Image
Fokus pada Liga Italia, terutama soal perkembangan tim, kekuatan taktik, dan persaingan di papan klasemen.

Tinggalkan komentar