Lionel Messi kembali memimpin Argentina melumat Zambia 5-0 di La Bombonera, menjadi laga perpisahan kandang penuh gairah sebelum Piala Dunia 2026 mendatang.
Malam istimewa di La Bombonera ini menjadi panggung terakhir Albiceleste di hadapan pendukungnya sebelum Piala Dunia di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Messi, yang akan berusia 39 tahun Juni nanti, terus menunjukkan dirinya tak pernah benar-benar pergi, selalu “datang” kembali ke tim nasional.
Ini merefleksikan lirik tango legendaris Aníbal Troilo: “Kapan saya pergi? Saya selalu datang!” yang kini sangat relevan bagi sang megabintang.
Kemenangan telak atas Zambia ini membuktikan soliditas tim asuhan Lionel Scaloni, menampilkan permainan harmonis, tertutup, dan terkadang sangat menghibur.
Argentina mendominasi penuh pertandingan sejak awal, dengan tekanan asfiksia yang langsung berbuah gol pertama setelah dua belas operan apik.
Gol pembuka tercipta dari Julián Álvarez yang sukses menyarangkan bola ke gawang Willard Mwanza, memanfaatkan umpan silang Messi yang dilewatkan Thiago Almada.
Tiga menit sebelum jeda, Messi sendiri menggandakan keunggulan, menerima umpan satu-dua dari Alexis Mac Allister lalu melepas tembakan silang terukur.
Memasuki menit ke-49 babak kedua, umpan panjang Messi kepada Almada berujung pelanggaran Albert Kangwanda di kotak terlarang, menghasilkan tendangan penalti.
Messi dengan sportif menyerahkan eksekusi penalti krusial itu kepada Nicolás Otamendi, yang malam itu melakoni perpisahan permanen dari timnas Argentina.
“Saya pergi dengan perasaan selalu memberikan segalanya untuk mewakili negara,” ujar bek tangguh Otamendi, mengakhiri perjalanannya bersama Albiceleste.
Gol keempat tercipta dari kombinasi apik Valentín Barco dan Thiago Almada, yang umpan silangnya justru masuk karena gol bunuh diri Dominic Chanda.
Nicolás González lalu memberikan umpan tumit yang cerdik, memungkinkan Barco mencetak gol perdananya untuk sang juara dunia.
Hasil 5-0 ini sangat dibutuhkan untuk membangun mood positif Argentina, terutama setelah performa kurang meyakinkan melawan Mauritania pekan lalu.
Kemenangan ini menunjukkan Argentina tetap solid dan siap tempur, terlepas dari kualitas lawan yang memang tidak seimbang.
Messi meninggalkan lapangan dengan kepala tegak, disambut riuh tepuk tangan dan sorakan meriah dari para suporter yang memujanya di La Bombonera.
Setelah laga persahabatan ini, Argentina akan kembali berkumpul akhir Mei untuk dua pertandingan lagi sebelum debut di Grup J Piala Dunia.
Mereka akan berbagi grup dengan Aljazair, Austria, dan Yordania, menatap tantangan besar di turnamen akbar tersebut.



























