Italia kembali terperosok dalam mimpi buruk sepak bola. Mereka gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya beruntun.
Kekalahan adu penalti 4-2 dari Bosnia dan Herzegovina menjadi penyebabnya. Ini menandakan krisis mendalam yang terus menghantui Gli Azzurri.
Masa depan sepak bola mereka di panggung internasional semakin tidak pasti.
Kekalahan ini menutup asa tim nasional Italia tampil di Piala Dunia 2026.
Penderitaan negara juara dunia ini semakin panjang dan mendalam.
Mereka kini semakin jauh dari kejayaan masa lalu sepak bola.
Kegagalan ini memunculkan pertanyaan besar tentang identitas tim.
Arah masa depan sepak bola Italia kini menjadi tidak jelas.
Tragedi memilukan ini menyusul absennya mereka di Piala Dunia 2018.
Saat itu, Italia dikalahkan oleh Swedia dalam babak kualifikasi.
Mereka juga gagal lolos ke Piala Dunia 2022 oleh Makedonia Utara.
“Apocalypse” pernah diucapkan Carlo Tavecchio pada tahun 2018.
Itu terjadi setelah Italia 60 tahun tidak pernah absen turnamen.
Kini, kegagalan ini menjadi hal yang lazim bagi tim sekelas Italia.
Manajer Gennaro Gattuso menyebut hasil ini “sulit dicerna”.
Ia secara pribadi meminta maaf atas kegagalan tim yang terjadi.
Gattuso menyadari dampak besar bagi satu generasi pemain Italia.
Mereka terancam tidak akan pernah merasakan panggung Piala Dunia.
Pengalaman puncak karier di level tertinggi itu mungkin hanya impian.
Italia terlihat gugup di lapangan sejak awal pertandingan berlangsung.
Bosnia dan Herzegovina justru menunjukkan performa trengginas sepanjang laga.
Mereka mendominasi permainan di kandang sendiri dengan baik.
Bosnia unggul jumlah tembakan 11-2 sebelum jeda babak pertama.
Kartu merah Alessandro Bastoni diterima di penghujung babak pertama.
Gol cepat Moise Kean sempat membawa Italia unggul di awal.
Kean memanfaatkan kesalahan kiper Nikola Vasilj dengan baik.
Namun, Haris Tabakovic berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-79.
Gol itu tercipta dari bola rebound hasil tendangan Edin Dzeko.
Pertandingan pun terpaksa berlanjut hingga babak tambahan yang ketat.
Drama adu penalti akhirnya menjadi penentu nasib kedua tim.
Francesco Esposito gagal menuntaskan tugasnya dengan tendangan melambung.
Bryan Cristante juga gagal, tendangannya membentur mistar gawang.
Bosnia mengonversi keempat tendangan mereka dengan sempurna dan tenang.
Kemenangan ini layak bagi Bosnia dan Herzegovina yang berjuang.
Italia kini terperangkap dalam neraka pribadi yang menyakitkan.
Kegagalan beruntun ini sudah tidak mengejutkan lagi bagi fans.



























